Mediaemiten.com, Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ini dibuka bergerak menguat ditopang faktor teknikal.
IHSG dibuka menguat 3,37 poin atau 0,06 persen menjadi 5.735,30. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,41 poin atau 0,05 persen menjadi 898,36.
“IHSG bergerak menguat setelah mengalami penurunan cukup dalam pada pekan lalu,” kata Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Senin (8/10/2018).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kendati demikian, menurut dia, penguatan IHSG yang bersifat teknikal itu masih rentan terhadap pelemahan mengingat minimnya sentimen positif yang beredar di pasar saham.
“Pergerakan nilai tukar rupiah yang terpengaruh penguatan dolar AS secara global masih dapat membebani pasar saham,” katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, pergerakan sejumlah bursa saham Asia yang mengalami tekanan dapat menambah beban bagi IHSG.
Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan konflik dagang Amerika Serkat-Tiongkok berpotensi menjadi geopolitik setelah kapal Tiongkok menghalau kapal AS yang melintas di Laut Cina Selatan.
Baca Juga:
ISB Rayakan 25 Tahun dengan Beasiswa 100% bagi Calon Peserta PGP Internasional
Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut
“Situasi itu juga dapat membawa ketidakpastian pasar,” katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Shanghai melemah 66,07 poin (2,34 persen) ke 2.755,28, indeks Hang Seng melemah 119,43 poin (0,45 persen) ke 26.453,13, dan indeks Strait Times melemah 19,86 poin (0,62 persen) ke posisi 3.189,93. (zub)







