Laba Bersih BCA Naik 24,9% Jadi Rp 18 Triliun

- Pewarta

Rabu, 27 Juli 2022 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laba Bersih BCA Naik 24,9% Jadi Rp 18 Triliun

Presdir PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja/IST

MEDIA EMITEN – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih sebesar Rp 18 triliun pada semester I 2022 atau naik 24,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pencapaian kinerja positif itu adalah peningkatan total kredit sebesar 13,8% (yoy), yang didukung oleh kenaikan berbagai aktivitas bisnis sejalan dengan pelonggaran pembatasan mobilitas.

Di sisi pendanaan, Jahja menyebutkan current account saving account (CASA) atau dana murah dari tabungan dan giro naik 17,3% (yoy) mencapai Rp 817,8 triliun per Juni 2022, yang berkontribusi hingga 81% dari total dana pihak ketiga.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertumbuhan CASA menjadi penopang utama pencapaian dana pihak ketiga (DPK), yang untuk pertama kali menyentuh tonggak sejarah Rp 1.000 triliun,” katanya dalam Paparan Kinerja Semester I 2022 di Jakarta, Rabu 27 Juli 2022.

Per Juni 2022, total DPK tumbuh 12,9% (yoy) menjadi Rp 1.011 triliun, sehingga turut mendorong total aset BCA naik 11,9% (yoy) menjadi Rp 1.264,5 triliun.

Seiring dengan pertumbuhan likuiditas dan kredit, ia mengungkapkan BCA membukukan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) selama paruh pertama tahun ini, yakni naik 5,3% (yoy) menjadi Rp 29,8 triliun.

“Pendapatan selain bunga juga tumbuh 8,9% (yoy) menjadi Rp 11,1 triliun, yang ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 15% (yoy),” ujarnya.

Ia melanjutkan, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp 40,9 triliun atau naik 6,3% (yoy). Seiring dengan peningkatan kualitas aset, biaya provisi tercatat turun Rp 2,8 triliun dibandingkan tahun lalu.

Berita Terkait

PROPAMI: Usulan MSCI Bukan Vonis Akhir, Pasar Modal RI Perlu Reformasi Nyata
Seminar Nasional PROPAMI Bahas Ekosistem Pasar Modal dari Berbagai Perspektif
Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:20 WIB

PROPAMI: Usulan MSCI Bukan Vonis Akhir, Pasar Modal RI Perlu Reformasi Nyata

Sabtu, 26 September 2026 - 20:02 WIB

Seminar Nasional PROPAMI Bahas Ekosistem Pasar Modal dari Berbagai Perspektif

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Berita Terbaru

Pers Rilis

Desa Changjiang: Satu Dekade Revitalisasi

Jumat, 6 Nov 2026 - 08:43 WIB