IHSG Melemah, Tembus di Bawah 6.000 Pasca Rilis Neraca Dagang

- Pewarta

Kamis, 16 Mei 2019 - 01:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Melemah, Tembus di Bawah 6.000 Pasca Rilis Neraca Dagang

Mediaemiten.com, Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup melemah menembus level 6.000 pasca rilis neraca perdagangan April 2019 yang mengalami defisit.

IHSG ditutup melemah 90,32 poin atau 1,49 persen ke posisi 5.980,88. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 18,46 poin atau 1,94 persen menjadi 932,29.

“Pelemahan IHSG hari ini dipicu defisit neraca perdagangan April. Kelihatannya hingga akhir pekan ini indeks akan semakin tertekan karena sekarang sentimennya “double”, dari eksternal dan internal,” kata analis Indopremier Sekuritas Mino di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Badan Pusat Statistik (BPS) siang tadi baru saja merilis nilai neraca perdagangan Indonesia pada April 2019 yang mengalami defisit sebesar 2,5 miliar dolar AS, setelah dua bulan sebelumnya mengalami surplus.

Dari eksternal, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan China akan terus berlanjut kendati tarif AS yang naik dari 10 persen menjadi 25 persen terhadap barang-barang China senilai 200 miliar dolar AS tetap berlaku.

China pun kemudian menanggapi AS dengan membalas akan mengenakan tarif 25 persen terhadap produk-produk yang diimpor dari AS senilai 60 miliar dolar AS dan akan mulai efektif 1 Juni 2019 ini.

Dibuka menguat, IHSG kemudian melemah jelang akhir sesi pertama dan terus berada di zona merah hingga penutupan bursa saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau “net foreign sell” sebesar Rp459,1 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 494.939 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,76 miliar lembar saham senilai Rp8,92 triliun. Sebanyak 115 saham naik, 287 saham menurun, dan 130 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Nikkei menguat 121,33 poin (0,58 persen) ke 21.188,56, indeks Hang Seng menguat 146,69 poin (0,52 persen) ke 28.268,71, dan indeks Straits Times melemah 4,94 poin (0,15 persen) ke posisi 3.218,77. (cit)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Haier Pamerkan Ekosistem Smart Home Berbasis AI di IFA 2026

Pers Rilis

Haier Pamerkan Ekosistem Smart Home Berbasis AI di IFA 2026

Senin, 7 Sep 2026 - 04:55 WIB