Wamen BUMN Jelaskan Soal Laba Bersih Garuda (GIAA) Rp 57 T

- Pewarta

Kamis, 29 September 2022 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)/Dok.

Foto ilustrasi: PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)/Dok.

MEDIA EMITEN – Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan perihal kinerja PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang mencatatkan laba bersih sebesar US$ 3,8 miliar atau setara Rp 57 triliun pada semester I-2022.

Menurut dia, perolehan laba bersih GIAA tersebut merupakan hasil dari pembalikan liabilitas atau utang setelah perseroan menuntaskan proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

“Ada berita Garuda mencetak laba Rp 57 triliun. Sebenarnya itu laba buku karena itu ada pembalikan dari liabilitas setelah PKPU kemarin,” kata Kartika dalam konferensi pers, Kamis 29 September 2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, sektor aviasi dan pariwisata termasuk dua sektor yang masih menghadapi tantangan saat pandemi Covid-19, lantaran menurunnya permintaan secara signifikan. Akibatnya, PT Angkasa Pura I dan II mencatatkan laba negatif tahun lalu.

Wamen BUMN menargetkan, persoalan keuangan yang dialami GIAA dan BUMN lainnya, seperti Jiwasraya, diharapkan dapat tuntas pada tahun ini. Sedangkan sektor lainnya yang masih menghadapi tantangan dalam jangka menengah adalah sektor konstruksi dan properti.

“Karena memang pasca Covid-19 ini ada dua isu pertama dari sisi leverage atau utang yang tinggi. Kedua jumlah kontrak-kontrak baru yang menurun. Ini yang menjadi tantangan dan kita terus melakukan perbaikan seperti di Waskita dan HK dan semoga terus bisa kita perbaiki ke depan,” katanya.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru