Wall Street Tergelincir Saat Batas Waktu Putaran Baru Tarif Mendekat

- Pewarta

Rabu, 11 Desember 2019 - 03:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Tergelincir Saat Batas Waktu Putaran Baru Tarif Mendekat

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Mediaemiten.com, New York – Indeks-indeks saham utama Wall Street berakhir sedikit lebih rendah pada Rabu pagi (11/12/2019)), meskipun tidak jauh dari rekor tertinggi, karena investor menunggu berita konkret tentang apakah putaran baru tarif AS atas barang-barang China akan berlaku pada 15 Desember, potensi titik balik dalam sengketa perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia yang telah mengguncang pasar.

Saham-saham berjangka mendapat dorongan dalam perdagangan premarket ketika Wall Street Journal mengatakan AS dan negosiator perdagangan China meletakkan landasan untuk penundaan tarif, tetapi penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan kemudian bahwa tidak ada keputusan yang dibuat.

Penundaan akan dilihat sebagai membantu membuka jalan bagi kesepakatan awal perdagangan AS-China, optimisme yang telah membantu mendorong rekor pasar baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tidak berpikir bahwa pasar akan benar-benar nyaman sampai ada kepastian tegas yang mengatakan tidak ada tarif baru pada tanggal 15 (Desember),” kata Nela Richardson, ahli strategi investasi di Edward Jones.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 27,88 poin atau 0,10 persen, menjadi ditutup di 27.881,72 poin. Indeks S&P 500 turun 3,44 poin atau 0,11 persen, menjadi berakhir di 3.132,52 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 5,64 poin atau 0,07 persen, menjadi 8.616,18 poin.

S&P 500 telah naik sekitar 25 persen sejauh ini pada 2019, didorong oleh tiga penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS dan beberapa bantuan atas keuntungan perusahaan, bersama dengan peningkatan sentimen investor pada perdagangan.

The Fed akan memberikan keputusan kebijakan terbaru pada Rabu waktu setempat; pasar mengharapkan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga stabil. Investor juga memperhatikan pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (12/12/2019) dan data inflasi AS pekan ini.

“Saya pikir pasar hanya tergantung ketat sampai kita mendapatkan pengumuman itu,” kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Investment Management di Chicago.

Dalam perkembangan lain yang terkait dengan perdagangan, Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat sepakat untuk merombak pakta perdagangan regional mereka yang berusia seperempat abad, tetapi sebagian besar saham mengabaikan berita tersebut.

Sebagian besar sektor S&P 500 berakhir lebih rendah pada Selasa (10/12/2019), dengan sektor real estat dan material jatuh paling banyak.

Dalam berita perusahaan, saham di Autozone Inc melonjak 6,9 persen setelah pengecer onderdil itu mengalahkan estimasi laba kuartalan.

Saham Boeing Co merosot 0,9 persen setelah pembuat pesawat tersebut mengatakan mengirimkan kurang dari setengahnya pesawat dalam 11 bulan pertama 2019 seperti pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Saham Netflix Inc jatuh 3,1 persen setelah analis Needham menurunkan peringkatnya di bursa dan mengatakan kompetisi dapat menyebabkan hilangnya empat juta pelanggan premium AS tahun depan.

Sekitar 6,3 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian 6,7 miliar selama 20 sesi perdagangan terakhir. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru