Wall Street Naik di Tengah Ekspektasi Penurunan Suku Bunga

- Pewarta

Kamis, 4 Juli 2019 - 03:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Naik di Tengah Ekspektasi Penurunan Suku Bunga

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street naik dalam sesi perdagangan yang dipersingkat untuk libur Hari Kemerdekaan AS pada Kamis pagi (4/7/2019), di tengah meningkatnya harapan potensi penurunan suku bunga dari Federal Reserve, didorong oleh serangkaian data ekonomi lemah yang baru dirilis.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 179,32 poin atau 0,67 persen, menjadi berakhir di 26.966,00 poin. Indeks S&P 500 bertambah 22,81 poin atau 0,77 persen, menjadi ditutup di 2.995,82 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 61,14 poin atau 0,75 persen lebih tinggi, menjadi 8.170,23 poin.

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor real estat dan konsumen masing-masing naik 1,47 persen dan 1,36 persen, mengungguli sektor-sektor lainnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sektor swasta Amerika Serikat menambah 102.000 lapangan pekerjaan dari Mei hingga Juni, data perusahaan penggajian (payroll) Automatic Data Processing melaporkan pada Rabu (3/7/2019). Angka itu jauh dari ekspektasi para ekonom terhadap 140.000 pekerjaan baru yang disurvei oleh Econoday.

“Pertumbuhan pekerjaan telah melambat tajam dalam beberapa bulan terakhir, karena dunia usaha telah menjadi lebih berhati-hati dalam perekrutan mereka,” kata Mark Zandi, kepala ekonom Moody’s Analytics.

Sementara itu, indeks non-manufaktur AS tercatat 55,1 persen pada Juni, lebih rendah dari pembacaan Mei sebesar 56,9 persen, menurut laporan oleh Institute for Supply Management (ISM).

Sementara menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan di sektor non-manufaktur, tingkat tersebut menandai pembacaan indeks terendah sejak Juli 2017, menunjukkan laporan tersebut.

Data ekonomi lesu datang ketika para investor memberi harga tinggi pada kemungkinan penurunan suku bunga dari bank sentral AS untuk memacu pertumbuhan.

Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga Juli berada di 100 persen, menurut alat FedWatch CME Group.

Pasar saham AS ditutup lebih awal dari sesi normal untuk memperingati Hari Kemerdekaan pada 4 Juli. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Asia-Pacific Media Forum Digelar di Guangdong, Tiongkok

Pers Rilis

Asia-Pacific Media Forum Digelar di Guangdong, Tiongkok

Senin, 7 Sep 2026 - 08:13 WIB