Wall Street Menguat Tajam, Kekhawatiran Penutupan Pemerintahan AS Berkurang

- Pewarta

Rabu, 13 Februari 2019 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Menguat Tajam, Kekhawatiran Penutupan Pemerintahan AS Berkurang

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street naik pada penutupan perdagangan Rabu pagi (13/2/2019), karena pasar didorong oleh kesepakatan tentatif anggota parlemen AS untuk menjaga pemerintah tetap beroperasi dan pernyataan positif Ketua Federal Reserve AS (Fed) Jerome Powell tentang ekonomi negara itu.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 372,65 poin atau 1,49 persen, menjadi berakhir di 25.425,76 poin. Indeks S&P 500 bertambah 34,93 poin atau 1,29 persen, menjadi ditutup di 2.744,73 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir naik 106,71 poin atau 1,46 persen, menjadi 7.414,62 poin.

Saham Under Armor naik hampir 4,5 persen di sekitar bel penutupan, karena pembuat pakaian olahraga AS itu melaporkan laba kuartal keempat yang cerah mengalahkan perkiraan Wall Street.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagian besar saham-saham unggulan atau blue chips di Dow mencatatkan kenaikan kuat sepanjang hari, yang membantu mengurangi kerugian Dow sehari sebelumnya.

Saham pembuat peralatan AS, Caterpillar dan raksasa kimia AS, DowDuPont, masing-masing naik hampir 3,0 persen dan lebih dari 2,6 persen, memimpin para peraih keuntungan.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P memperpanjang kenaikan mereka pada perdagangan Selasa (12/2), dengan sektor material naik lebih dari 2,0 persen, memimpin kenaikan.

Demokrat dan Republik mencapai kesepakatan sementara tentang pendanaan keamanan perbatasan pada Senin (11/2) malam, yang telah mengangkat sentimen-sentimen pengambilan risiko (risk-on) para investor.

Sementara itu Ketua Fed Jerome Powell mengatakan dalam sebuah forum di Mississippi pada Selasa (12/2) bahwa negara itu sedang terus melihat pertumbuhan ekonomi yang solid, menurut laporan media.

Di bidang ekonomi, lowongan pekerjaan AS meningkat menjadi 7,3 juta pada Desember 2018, dibandingkan dengan hampir 6,9 juta pada November, Biro Statistik Tenaga Kerja mengatakan dalam laporan JOLTS pada Selasa (12/2).

Laporan, yang melacak perubahan bulanan dalam lowongan kerja, perekrutan dan pemutusan hubungan kerja, merupakan indikator penting untuk mengukur kekuatan pasar tenaga kerja AS. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru