Wall Street Ditutup Turun Terseret Jatuhnya Saham Unggulan

- Pewarta

Selasa, 9 Juli 2019 - 03:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Ditutup Turun Terseret Jatuhnya Saham Unggulan

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, New York Stock Exchange, AS/Dok,

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa pagi (9/7/2019), karena tiga indeks utama terbebani oleh kerugian di beberapa saham perusahaan unggulan (blue-chips), dan laporan pekerjaan terbaru yang kuat menahan ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 115,98 poin atau 0,43 persen, menjadi ditutup di 26.806,14 poin. Indeks S&P 500 turun 14,46 poin atau 0,48 persen, menjadi berakhir di 2.975,95 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 63,41 poin atau atau 0,78 persen lebih rendah, menjadi 8.098,38 poin.

Saham Boeing turun lebih dari 1,33 persen setelah maskapai berbiaya rendah Arab Saudi Flyadeal mengatakan akan membatalkan pesanannya untuk pesawat Boeing 737 Max yang hingga saat ini dilarang terbang, yang bernilai 5,9 miliar dolar AS.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham Apple juga jatuh hampir 2,1 persen, karena perusahaan pialang AS Rosenblatt Securities menurunkan peringkat saham perusahaan menjadi “jual” dari “netral”, karena penjualan iPhone yang suram dan melambatnya pertumbuhan produk-produk Apple lainnya.

Sejumlah saham unggulan di Dow memperpanjang kerugian di sekitar bel penutupan, dengan saham raksasa farmasi AS, Merck & Co dan mitranya, Pfizer, turun masing-masing sebesar 1,82 persen dan lebih dari 1,41 persen, berada di antara yang berkinerja terburuk.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar, dengan sektor layanan komunikasi turun sekitar 0,8 persen, memimpin kerugian.

Laporan pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan Jumat lalu (5/7/2019), telah meredupkan harapan untuk pelonggaran kebijakan segera oleh bank sentral Amerika Serikat.

Namun Wall Street masih secara luas memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunganya pada pertemuan kebijakan pada 30-31 Juli.

Pengusaha-pengusaha Amerika Serikat menambahkan 224.000 pekerjaan pada Juni, dan tingkat pengangguran naik tipis menjadi 3,7 persen, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan. Angka itu jauh lebih tinggi dari angka revisi Mei yang lebih rendah, dan lebih tinggi dari perkiraan pasar. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru