MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham utama di Bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan Nasdaq melesat lebih 1% didorong lonjakan saham pembuat chip, Nvidia.
Nvidia mengalami lonjakan setelah mendapatkan dukungan positif dari catatan bullish yang dikeluarkan oleh Morgan Stanley. Hal ini menjadi pendorong utama dalam kenaikan saham-saham pertumbuhan megacap lainnya.
Dilansir dari Reuters, Dow Jones Industrial Average naik tipis sekitar 0,07%, menjadi 35.307,63 poin, S&P 500 naik 0,58% menjadi 4.489,72 poin, dan Nasdaq melesat 1,05%, menjadi 13.788,33 poin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nvidia (NVDA.O) menjadi sorotan dengan kenaikan mencapai 7,1%, yang merupakan lonjakan terbesar dalam satu hari sejak 25 Mei. Lonjakan tersebut terjadi setelah perkiraan pendapatan perusahaan ini mengalami kenaikan sebesar 24%, mengindikasikan potensi besar dari penggunaan kecerdasan buatan dalam perubahan pasar.
Kenaikan saham produsen cip juga memberikan dampak positif pada indeks sektor teknologi informasi (.SPLRCT), yang berhasil melonjak sebanyak 1,85%.
Saham-saham megacap pertumbuhan lainnya juga mengalami kenaikan. Saham Alphabet (GOOGL.O) naik sebesar 1,4% dan saham Amazon.com (AMZN.O) naik sekitar 1,6%. Chipmaker Micron Technology (MU.O) juga mengalami kenaikan sebanyak 6,1%.
Namun, tidak semua saham mengalami kenaikan. Saham Tesla (TSLA.O) mengalami penurunan sebesar 1,2% setelah perusahaan mobil listrik ini mengumumkan pemangkasan harga untuk beberapa versi Model Y di China.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Pada minggu ini, perhatian pasar akan tertuju pada laporan pendapatan kuartalan dari peritel besar Amerika Serikat seperti Walmart (WMT.N) dan Target (TGT.N). Data ekonomi juga diharapkan akan dirilis, termasuk data penjualan ritel untuk bulan Juli, yang akan membentuk ekspektasi terkait arah suku bunga di Amerika Serikat.
Secara umum, pelaku pasar memperkirakan kemungkinan besar Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga pada bulan depan, dengan peluang mencapai hampir 89%. Laporan terbaru dari Goldman Sachs mengindikasikan bahwa diperkirakan Fed akan mulai memangkas suku bunga pada kuartal kedua tahun 2024.
Sentimen pasar global tetap diwarnai oleh kekhawatiran terhadap sektor properti Tiongkok, terutama setelah pengembang properti terkemuka, Country Garden, mengalami kesulitan dalam pembayaran obligasi swasta. Kejadian ini memicu kewaspadaan investor terhadap dampaknya pada pasar properti dan ekonomi secara keseluruhan di Tiongkok.
Secara keseluruhan, volume perdagangan di bursa AS cenderung turun, dengan total 9,7 miliar saham diperdagangkan. Angka ini sedikit di bawah rata-rata perdagangan selama 20 sesi sebelumnya, yang mencapai 10,9 miliar saham. Meskipun demikian, penurunan saham lebih besar daripada kenaikan dalam indeks S&P 500, dengan rasio 1,1 banding 1.







