Wall Street Ditutup Jatuh di Tengah Risalah The Fed

- Pewarta

Kamis, 23 Mei 2019 - 05:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Wall Street turun pada penutupan perdagangan Rabu sore (23/5/2019) waktu setempat di tengah risalah Federal Reserve (Fed) dan suasana pasar yang diwarnai aksi jual tajam saham Qualcomm.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 100,72 poin atau 0,39 persen menjadi ditutup pada angka 25.776,61.

Indeks S&P 500 kehilangan 8,09 poin atau 0,28 persen menjadi 2.856,27, diikuti dengan Indeks Komposit Nasdaq yang turun 34,88 poin atau 0,45 persen menjadi 7.750,84.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu Saham Qualcomm anjlok 10,86 persen setelah berita bahwa seorang hakim Amerika Serikat memutuskan perusahaan itu melanggar undang-undang antimonopoli dengan secara tidak sah menekan persaingan di pasar chip ponsel.

Saham VanEck Vectors Semiconductor ETF (SMH), yang melacak kinerja keseluruhan perusahaan-perusahaan besar industri semikonduktor yang terdaftar di Amerika Serikat, ditutup anjlok 1,76 persen.

Pada 11 saham utama Indeks S&P 500 utama, saham energi turun 1,58 persen, menjadi kelompok saham dengan dengan kinerja terburuk. Saham utilitas dan perawatan kesehatan mengungguli.

Wall Street juga mencerna risalah pertemuan yang baru dirilis dari Federal Reserve (Fed) AS. Beberapa investor berpikir inflasi AS mungkin jatuh lebih jauh tahun ini dan mengantisipasi kebijakan bank sentral itu memangkas suku bunga untuk memacu pertumbuhan.

“Risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 30 April – 1 Mei mengungkapkan bahwa Fed bertekad untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah tahun ini, bahkan jika itu berarti membuat alasan untuk inflasi rendah dan/atau pertumbuhan yang mengecewakan. Memang, jika ada, beberapa anggota mempertimbangkan kemungkinan FOMC mungkin harus menaikkan suku bunga tahun ini, tetapi tidak ada yang langsung menyarankan pengurangan, meskipun inflasi lebih rendah dari target,” kata Kepala Ekonom FTN Financial, Chris Low, mengatakan dalam sebuah catatan pada Rabu. (ris)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru