Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Testimoni Ketua Fed

- Pewarta

Kamis, 28 Februari 2019 - 04:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Testimoni Ketua Fed

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Kamis pagi (28/2/2019), karena para investor mencerna sejumlah isu, termasuk beberapa data ekonomi dan testimoni Ketua Bank Sentra AS, Federal Reserve (Fed).

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 72,82 poin atau 0,28 persen, menjadi berakhir di 25.985,16 poin. Indeks S&P 500 berkurang 1,52 poin atau 0,05 persen, menjadi ditutup di 2.792,38 poin. Sementara itu, Indeks Komposit Nasdaq naik 5,21 poin atau 0,07 persen, menjadi berakhir di 7.554,51 poin.

Saham UnitedHealth Group turun hampir lima persen di sekitar penutupan pasar, karena sektor kesehatan secara keseluruhan terbebani setelah sidang kongres AS mengenai harga obat-obatan di Washington.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham Mylan NV merosot lebih dari 15 persen di sekitar penutupan pasar, karena pembuat obat generik AS itu melaporkan laba yang lemah untuk kuartal keempat 2018 yang berada di bawah ekspektasi pasar, dan pedoman pendapatan yang lebih lemah dari perkiraan untuk 2019.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar, dengan sektor perawatan kesehatan melemah lebih dari 0,5 persen, memimpin penurunan.

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan pada Rabu (27/2) bahwa bank sentral akan mengumumkan rencana untuk mengakhiri kelebihan atau surplus neracanya “segera.”

Bersaksi di depan Komite Jasa Keuangan DPR AS, gubernur bank sentral AS itu menguraikan kebijakan moneter dan mengatakan pejabat-pejabat The Fed “hampir menyepakati tentang rencana” untuk berhenti mengurangi ukuran kepemilikan obligasi lembaga-lembaga.

Powell mengatakan total aset The Fed saat ini hampir mendekati 4,0 triliun dolar AS, mewakili penurunan sekitar 310 miliar dolar AS sejak pertengahan tahun lalu.

Di sisi ekonomi, defisit perdagangan AS untuk barang-barang naik 12,8 persen pada Desember, setelah turun di bulan sebelumnya, menurut perkiraan lanjutan dari Biro Sensus AS yang dirilis pada Rabu (27/2).

Pesanan barang-barang pabrik naik 0,1 persen pada Desember 2018, di tengah penurunan permintaan untuk mesin dan peralatan listrik, peralatan dan komponen, Departemen Perdagangan mengatakan Rabu (27/2). Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru