Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Pengumuman Kebijakan The Fed

- Pewarta

Kamis, 21 Maret 2019 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Pengumuman Kebijakan The Fed

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Kamis pagi (21/3/2019), di tengah pengumuman kebijakan moneter terbaru Federal Reserve AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 141,71 poin atau 0,55 persen, menjadi berakhir pada 25.745,67 poin. Indeks S&P 500 turun 8,34 poin atau 0,29 persen, menjadi ditutup pada 2.824,23 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 5,02 poin atau 0,07 persen menjadi berakhir pada 7.728,97 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor keuangan turun lebih dari dua persen, memimpin kemerosotan di antara kelompok. Layanan komunikasi naik 1,16 persen, mengungguli sektor lain.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Federal Reserve AS pada Rabu (20/3) mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah setelah mengakhiri pertemuan kebijakan selama dua hari, dalam sebuah langkah yang memenuhi ekspektasi pasar dan mencerminkan pendekatan “sabar” bank sentral mengenai perubahan kebijakan moneternya.

Saham-saham memangkas kerugian awal mereka dan berubah positif tidak lama setelah pengumuman kebijakan terbaru bank sentral karena para pedagang menyambut sikap The Fed yang lebih akomodatif.

Namun, tidak semua indeks utama berhasil mengamankan kenaikan mereka pada penutupan karena pengumuman The Fed juga menyeret turun imbal hasil obligasi pemerintah yang mendorong saham-saham bank menurun.

Saham FedEx merosot 3,49 persen pada penutupan, rebound dari posisi terendah sesi. Perusahaan layanan pengiriman paket AS ini melaporkan hasil kuartal fiskal ketiga setelah penutupan perdagangan Selasa (19/3), dengan laba per saham dan pendapatan per saham di bawah ekspektasi.

Perusahaan, yang secara luas dipandang sebagai penentu arah aktivitas ekonomi, juga memangkas panduan laba setahun penuh untuk kedua kali sejak Desember, mengutip pertumbuhan perdagangan global yang lebih lemah. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru