Wall Street Dibuka Menguat di Tengah Harapan Penurunan Suku Bunga Fed

- Pewarta

Kamis, 4 Juli 2019 - 04:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana di bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Suasana di bursa saham Wall Street, AS/Dok

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham pada Bursa Efek New York di Wall Street, Amerika Serikat (AS) dibuka lebih tinggi pada perdagangan Rabu pagi (3/7/2019) waktu setempat karena data yang lebih lemah memicu ekspektasi investor terhadap potensi penurunan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).

Tak lama setelah bel pembukaan, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 68,62 poin atau 0,26 persen menjadi 26.855,30.

Sementara Indeks S&P 500 naik 7,66 poin atau 0,26 persen menjadi 2.980,67 dan Indeks Komposit Nasdaq naik 21,23 poin atau 0,26 persen menjadi 8.130,32.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

11 sektor utama Indeks S&P 500, real estat naik 0,9 persen pada awal pembukaan, mengungguli sisa saham lainnya. Namun saham bahan-bahan lainnya masih berjuang untuk naik.

Sementara itu laporan perusahaan data penggajian Automatic Data Processing melaporkan Rabu (3/7) sektor swasta menambahkan 102.000 pekerjaan dari Mei hingga Juni. Angka itu jauh dari ekspektasi para ekonom terhadap 140.000 pekerjaan baru yang disurvei oleh Econoday.

“Pertumbuhan pekerjaan telah melambat tajam dalam beberapa bulan terakhir, karena bisnis telah menjadi lebih berhati-hati dalam perekrutan mereka,” kata Kepala Ekonom Moody’s Analytics, Mark Zandi.

Awal pekan ini, sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Institute for Supply Management menunjukkan bahwa indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) AS tercatat sebesar 51,7 persen pada Juni, turun 0,4 poin persen dari Mei sebesar 52,1 persen. Angka itu menunjukkan laju paling lambat sejak Oktober 2016.

Data yang kurang menggembirakan datang karena investor memberi posisi tinggi pada kemungkinan penurunan suku bunga dari Bank Sentral AS (Fed) untuk memacu pertumbuhan.

Menurut pengukuran FedWatch CME Group, Rabu pagi, ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga Juli berada pada posisi 100 persen. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

Qualcomm dan Samsung Perluas Kolaborasi Snapdragon

Kamis, 23 Jul 2026 - 09:07 WIB

Pers Rilis

“NI NO KUNI: CROSS WORLDS” HADIRKAN LAYANAN GLOBAL TERPADU

Kamis, 23 Jul 2026 - 09:00 WIB