Wall Street Bervariasi, Saham Facebook dan Microsoft Melonjak

- Pewarta

Jumat, 26 April 2019 - 06:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 134,97 poin atau 0,51 persen, menjadi berakhir di 26.462,08 poin.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 134,97 poin atau 0,51 persen, menjadi berakhir di 26.462,08 poin.

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Jumat pagi (26/4/2019), karena para pelaku pasar mencerna serangkaian laporan laba perusahaan yang beragam dari nama-nama besar di berbagai industri, termasuk Facebook dan Microsoft, serta data baru yang menunjukkan kesehatan pertumbuhan ekonomi AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 134,97 poin atau 0,51 persen, menjadi berakhir di 26.462,08 poin. Indeks S&P 500 berkurang 1,08 poin atau 0,04 persen, menjadi berakhir di 2.926,17 poin. Sedangkan, Indeks Komposit Nasdaq naik 16,67 poin atau 0,21 persen, menjadi ditutup di 8.118,68 poin.

Laporan laba triwulanan raksasa industri AS 3M yang suram memukul Indeks Dow, sementara Nasdaq yang sarat teknologi didukung oleh laporan laba yang kuat dari Facebook dan Microsoft.

Saham 3M anjlok 11,95 persen, setelah laba kuartal pertamanya meleset dari perkiraan pasar. Konglomerat manufaktur itu juga memangkas panduan labanya setahun penuh karena bernasib lebih buruk di pasar-pasar utama.

Perusahaan juga mengumumkan akan memangkas sekitar 2.000 pegawainya di seluruh dunia, dalam upaya merestrukturisasi operasi bisnis.

Namun saham Comcast naik 2,58 persen. Raksasa kabel ini gagal memenuhi estimasi pendapatan kuartal pertama tetapi menunjukkan pertumbuhan yang kuat di beberapa lini bisnisnya.

Saham Facebook dan Microsoft masing-masing melonjak sebesar 5,85 persen dan 3,31 persen, setelah dua perusahaan teknologi terkemuka itu melaporkan laba kuartal pertama yang lebih kuat dari perkiraan setelah penutupan pasar pada Rabu (24/4/2019).

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar, dengan sektor industri jatuh hampir dua persen, memimpin kerugian.

Di sisi ekonomi, klaim pengangguran AS menunjukkan peningkatan tajam untuk pekan yang berakhir 20 April, menandai kenaikan terbesar dalam 19 bulan.

Jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu melonjak menjadi 230.000, meningkat 37.000 dari tingkat direvisi pekan sebelumnya, kata Departemen Tenaga Kerja.

Sementara itu, pesanan baru untuk barang-barang modal AS naik 2,7 persen pada Maret menjadi 258,5 miliar dolar AS, kata Biro Sensus AS, Kamis (25/4/2019).

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Data tersebut menunjukkan pesanan baru untuk barang modal AS meningkat paling banyak dalam delapan bulan. Itu mengikuti data AS terbaru lainnya yang menunjukkan kekuatan dalam penjualan ritel dan ekspor, yang telah meredakan kekhawatiran ekonomi AS melambat tajam, kata para analis. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Kejaksaan Agung Sita Pertambangan Komoditas Nikel Milik Terpidana Heru Hidayat di Sulawesi Selatan
Terungkap OJK, Penyalahgunaan Dana Investor yang Dititipkan kepada Influencer Ahmad Rafif Raya
Penanganan Kasus Tambang Emas Tanpa Izin di Ketapang Diserahkan Ditjen Minerba ke Kejaksaan Negeri
Dapat Dukungan, Rencana Pembentukan Pansus Dugaan Mark Up Impor 2,2 Juta Ton Beras dari Vietnam
Dapat Dukungan, Rencana Pembentukan Pansus Dugaan Mark Up Impor 2,2 Juta Ton Beras dari Vietnam
BNSP Berikan Sertifikat Lisensi kepada LSP IKEPAMI, Dukung Kualitas SDM Pasar Modal Indonesia
Dampak Serangan Siber terhadap Server PDN, Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan Undur Diri
Kejagung Sita Gula Kristal Putih 413 Ton dan Gula Kristal Mentah 300 Ton dalam Kasus Impor Gula PT SMIP
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 10 Juli 2024 - 13:28 WIB

Kejaksaan Agung Sita Pertambangan Komoditas Nikel Milik Terpidana Heru Hidayat di Sulawesi Selatan

Rabu, 10 Juli 2024 - 10:28 WIB

Terungkap OJK, Penyalahgunaan Dana Investor yang Dititipkan kepada Influencer Ahmad Rafif Raya

Rabu, 10 Juli 2024 - 08:19 WIB

Penanganan Kasus Tambang Emas Tanpa Izin di Ketapang Diserahkan Ditjen Minerba ke Kejaksaan Negeri

Sabtu, 6 Juli 2024 - 09:21 WIB

Dapat Dukungan, Rencana Pembentukan Pansus Dugaan Mark Up Impor 2,2 Juta Ton Beras dari Vietnam

Sabtu, 6 Juli 2024 - 08:35 WIB

Dapat Dukungan, Rencana Pembentukan Pansus Dugaan Mark Up Impor 2,2 Juta Ton Beras dari Vietnam

Jumat, 5 Juli 2024 - 21:22 WIB

BNSP Berikan Sertifikat Lisensi kepada LSP IKEPAMI, Dukung Kualitas SDM Pasar Modal Indonesia

Kamis, 4 Juli 2024 - 13:36 WIB

Dampak Serangan Siber terhadap Server PDN, Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan Undur Diri

Rabu, 3 Juli 2024 - 14:57 WIB

Kejagung Sita Gula Kristal Putih 413 Ton dan Gula Kristal Mentah 300 Ton dalam Kasus Impor Gula PT SMIP

Berita Terbaru