Mediaemiten.com, Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore ini menguat tipis sebesar sembilan poin menjadi Rp14.891 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.900 per dolar AS.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu mengatakan pergerakan dolar AS cenderung mendatar terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah karena pasar menunggu kesimpulan dari pertemuan the Fed.
BACA JUGA : Rupiah Kembali Melemah Tembus Rp14.919
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pasar sudah mengantisipasi kebijakan the Fed untuk menaikkan suku bunganya,” katanya.
Ia menambahkan pelaku pasar yang sedikit mengesampingkan sentimen perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok turut menjadi faktor penopang bagi mata uang berisiko.
Sementara itu, ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan dolar AS cenderung melemah terhadap hampir semua mata uang dunia didorong sikap pelaku pasar yang telah memfaktorkan kenaikan tingkat suku bunga the Fed.
“The Fed diperkirakan menaikkan tingkat suku bunga sebesar 25 bps pada pekan ini,” katanya.
Baca Juga:
[MWC 2026] GlobalData Terbitkan Laporan Resmi tentang Evolusi Layanan Suara di Era AI
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
Sundown Markette 2026 Hidupkan Atmosfer Ramadan di Kawasan GBK
Kenaikan tingkat suku bunga itu, menurut dia, tidak lagi berdampak besar bagi dolar AS terhadap mata uang dunia, terutama terhadap euro.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Rabu ini tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp14.938 dibanding sebelumnya (25/9) di posisi Rp14.893 per dolar AS. (zub)







