MEDIA EMITEN – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk TLKM) meraih laba bersih sebesar Rp 24,76 triliun pada tahun 2021, atau tumbuh 18,75% dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 20,8 triliun.
Dengan demikian, laba per saham dasar naik ke level Rp 249,94 dari level Rp 210,01 pada akhir tahun 2020, demikian data yang diambil dari laman Bursa Efek Indonesia(BEI), Selasa 19 April 2022.
Manajemen perseroan menjelaskan bahwa pertumbuhan laba bersih tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan menjadi Rp 143,21 triliun pada 2021, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 136,46 triliun. Hal ini menjadikan laba usaha perseroan meningkat dari Rp 43,50 triliun menjadi Rp 47,56 triliun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, Telkom Indonesia bekerja sama dengan Singapore Telecommunications Ltd (Singtel), perusahaan telekomunikasi terbesar di Singapura, untuk mengembangkan bisnis data center regional dan integrasi layanan fixed dan mobile broadband atau yang disebut Fixed Mobile Convergence (FMC).
Telkom kini memiliki dan mengelola 27 data center di dalam maupun luar negeri. Perseroan juga tengah membangun Hyperscale Data Center (HDC) berkapasitas 75 MW dan mampu menampung 10 ribu rak. Tahap pertama, kapasitas HDC tersebut ditargetkan 22 MW dan mulai beroperasi pada kuartal II-2022.
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menjelaskan, data center ini ditujukan tak hanya untuk perusahaan dan instansi di Indonesia, tapi juga perusahaan asing hingga global.
Telkom Group, kata dia, tengah melakukan konsolidasi bisnis data center guna menjawab tantangan transformasi digital ke depan. Regional data center merupakan kelanjutan dari strategi konsolidasi data center ini, sekaligus menjadi bukti komitmen untuk menjawab kebutuhan sekaligus menangkap peluang agar dapat membuka jalan perusahaan untuk menjadi global scale data center player.
Baca Juga:
Pelaku Industri Pariwisata Asia Tenggara Menjelajahi Beragam Pesona Zhejiang
Lockton Meluncurkan Praktik Global Pusat Data & Infrastruktur Digital
Dia menegaskan, dengan layanan broadband yang semakin seamless, serta tumbuhnya ekosistem bisnis dan kekayaan data akan membuka peluang-peluang bisnis baru khususnya di era digital melalui pengembangan bisnis e-commerce, content streaming, big data, social network, dan Internet of Things.
Selain pengembangan bisnis data center, Telkom dan Singtel juga menjajaki kerja sama implementasi integrasi bisnis fixed dan mobile broadband. Integrasi bisnis ini sudah mulai dijalankan Telkom melalui sinergi layanan IndiHome dengan Telkomsel.





