Tanggapan BEI soal PKPU Tiga Pilar Sejahtera Food

- Pewarta

Selasa, 11 Juni 2019 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna, menanggapi soal PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk yang telah menyelesaikan persidangan kasus penundaan kewajiban pembayaran utang atau PKPU.

Dia mengaku, pihak BEI masih akan terus memantau perkembangan dari emiten berkode “AISA” tersebut, termasuk anak-anak perusahaannya yakni PT Putra Taro Paloma dan PT Balaraja Bisco Paloma.

“Kalau saat ini, dengan adanya permasalahan legal, ada keterbatasan mereka bisa handle atau me- manage anak-anak usahanya,” kata Nyoman di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa 11 Juni 2019.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi ke depan, yang ingin kita lihat adalah one legal atau permasalahan yang ada itu sudah arahnya ke penyelesaian,” ujarnya.

Nyoman menegaskan bahwa pihak BEI berharap bahwa AISA akan muncul menjadi perusahaan, yang strategi pengembangannya bisa lebih ke segmen food -nya.

Sebab, menurutnya hal ini akan turut membuahkan hasil atau pendapatan yang baik bagi perusahaan ke depannya, sehingga akan mampu menyanggah keberlangsungan bisnis perusahaan tersebut.

“Itu yang akan kita lihat. Karena ini yang akan men- generate income ke depan dan menjadi backbone nya. Kalau beras kan sudah tahu memang dari awal mereka mau melakukan divestasi sebetulnya. Setelah itu sekalian ada PKPU nya,” kata Nyoman.

Oleh karenanya, Nyoman mengatakan pihak BEI masih akan terus memantau proses PKPU dan menunggu penyelesaiannya, serta memastikan manajemen baru yang menaungi perusahaan itu untuk lebih masif dan kompeten mengembangkan bisnisnya.

“Jadi ke depan kita akan fokus pengembangannya ke mana selain yang proses di PKPU. Kita ingin lihat penyelesaiannya seperti apa,” kata Nyoman.

“Setelah itu, tentunya kita juga akan lihat management yang baru bagaimana akan mengembangkan lini yang memang backbone -nya ke arah sana,” ujarnya.

Diketahui, anak usaha PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) yaitu PT Putra Taro Paloma (PTP) dan PT Balaraja Bisco Paloma (BBP), yang merupakan produsen makanan ringan Taro, akhirnya mendapatkan persetujuan kreditur dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Keputusan penyelesaian proses PKPU anak usaha AISA tersebut didapat pada Selasa 28 Mei 2019, di mana 100 persen kreditur anak usaha TPS Food itu telah setuju proses penyelesaian PKPU. (*)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru