MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 46,59 poin atau 0,66% menjadi 7.052,3 pada perdagangan Selasa 1 November 2022. IHSG tampil beda, turun saat mayoritas indeks saham kawasan Asia naik.
Pelemahan IHSG dikontribusikan dari koreksi saham-saham komoditas, khususnya berbasis energi seiring dengan melemahnya harga batubara dan minyak.
Pasar mengantisipasi pertemuan The Fed untuk memutuskan suku bunga acuan yang menurut konsensus akan dinaikkan 75 basis poin yang dijadwalkan berakhir Rabu waktu AS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, bursa saham regional Asia sore rerata naik, antara lain indeks Nikkei menguat 91,46 atau 0,33% ke 27.678,92, indeks Hang Seng naik 768,25 atau 5,23% ke 15.455,27, indeks Shanghai meningkat 75,72 poin atau 2,62% ke 2.969,2, dan indeks Straits Times menguat 37,39 poin atau 1,21% ke 3.130,5.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor terkoreksi dimana sektor energi turun paling dalam yaitu minus 2,97%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor perindustrian masing-masing minus 1,19%.
Sedangkan tiga sektor meningkat di mana sektor barang konsumen non primer naik paling tinggi yaitu 0,89%, diikuti sektor teknologi dan sektor barang baku masing-masing 0,49% dan 0,29%.
Untuk saham-saham LQ45 yang mengalami penguatan terbesar yaitu CPIN, INTP, TLKM, EMTK, dan BBRI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ABMM, UNVR, MIKA, ASHA, BHIT.
Baca Juga:
Dua Alumni Peking University Raih “Fields Medal”, Sebanyak 14 Akademisi PKU Tampil di ICM 2026
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing (net foreign buy) di seluruh pasar sebesar Rp 593,56 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp 350,19 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.307.932 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,97 miliar lembar saham senilai Rp14,62 triliun. Sebanyak 186 saham naik, 355 saham menurun, dan 161 tidak bergerak nilainya.







