Skandal Taipan India Gautam Adani, Seret Nama-nama Besar di Wall Street

- Pewarta

Minggu, 5 Februari 2023 - 21:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Skandal Taipan India Gautam Adani, Seret Nama-nama Besar di Wall Street

Taipan India, Gautam Adani dituduh melakukan penipiuan dan pencucian uang/IST.

MEDIA EMITEN – Skandal penipiuan dan pencucian uang yang menimpa taipan India, Gautam Adani, menyeret nama-nama besar di Wall Street, seperti Vanguard dan BlackRock.

Melansir dari berbagai sumber, Minggu 5 Februari 2023, setelah laporan Hindenburg menuduh Adani melakukan manipulasi saham dan skema penipuan akuntansi selama beberapa dekade, seluruh anak perusahaan Grup Adani terkena force sale ( penjualan besar-besaran.) sehingga perusahaan mengalami kerugian sebesar US$ 110 miliar lebih atau sekitar Rp1.650 triliun (kurs Rp 15.000).

Terkait hal itu, Adani pun dengan keras membantah melakukan hal yang dituduhkan Hindenburg dan membantah telah melakukan peniuan dan pencucian uang melalui perusahaannya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui, Adani memiliki 64% saham Adani Enterprises. Lalu, keluarga Adani SB memegang 55,27% saham dan 8,73 persen dimiliki oleh Adani Tradeline Pvt Ltd. Sementara itu, pemegang saham terbesar Adani Enterprises adalah Perusahaan Asuransi Jiwa India milik negara, yaitu sebesar 4,02 %.

Selain itu, daftar 20 pemegang saham teratas Adani Enterprises juga mencakup dua nama terbesar di Wall Street, yaitu Vanguard dengan 0,75% saham dan BlackRock Fund Advisors dengan 0,57%, serta BlackRock Advisors (UK) Ltd memiliki 0,17% saham

Menurut CNBC, hingga saat ini Vanguard dan BlackRock belum memberikan keterangan apapun terkait hal itu.

Berdasarkan data kepemilikan, Elara Capital yang saat ini memiliki 1,7% saham Adani Enterprises merupakan pemegang saham institusional terbesar hingga Februari 2022.

Melalui laporannya, Hindenburg menuduh dana Elara yang berbasis di Mauritius sebagai bagian dari rencana untuk memanipulasi harga saham perusahaan milik Grup Adani dan menyembunyikan berapa banyak yang dimiliki keluarga. Sejak saat itu, data FactSet menyebutkan bahwa Elara melepas 72% saham yang dipegangnya di perusahaan.

Tak lama kemudian, Companies House melaporkan bahwa saudara laki-laki mantan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, yakni Jo Johnson mengundurkan diri dari perannya sebagai direktur Elara pada Rabu.

Berkaitan dengan hal tersebut, Elara Capital dan Johnson belum memberikan tanggapan apapun kepada CNBC.

Nama miliarder asal India, Gautam Adani saat ini sedang menjadi perbincangan publik lantaran tengah menghadapi sederet tuduhan serius yang mengancam kekayaannya, seperti pencucian uang dan manipulasi harga.

Sederet permasalahan itu bermula dari laporan Hindenburg Research minggu lalu. Laporan tersebut menuding Adani melakukan penghindaran pajak dengan memanfaatkan kawasan suaka pajak dan melakukan manipulasi harga saham perusahaan Grup Adani.

Sementara itu, berdasar data Bloomberg Billionaires Index, Adani sudah terlempar dari posisi orang ke-4 terkaya dunia. Ia kini berada di polisi ke-11.

Harta Adani tercatat telah menguap sekitar Rp 1.650 triliun dalam waktu singkat.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB