MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tertekan oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap perlambatan ekonomi global.
Pada perdagangan Jumat 10 Juni 2022, IHSG ditutup melemah 96,18 poin atau 1,34% ke posisi 7.086,65. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 17,94 poin atau 1,73%ke posisi 1.019,24.
Tekanan IHSG didorong oleh aksi jual saham oleh investor asing (net foreign sell) di seluruh pasar sebesar Rp 196,63 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp 360,12 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 2,19%, diikuti sektor perindustrian dan sektor barang konsumen primer masing-masing minus 2,17% dan minus 1,87%.
Sepanjang jam perdagangan hari ini, saham yang mengalami penguatan terbesar diantaranya PNBS, KBLM, PNLF, PNIN, PNBN. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar diantaranya GZCO, ADMR, BHIT, INDY, SICO.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.537.019 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,52 miliar lembar saham senilai Rp17,48 triliun. Sebanyak 146 saham naik, 387 saham menurun, dan 160 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia mayoritas juga tertekan, antara lain indeks Nikkei melemah 422,24 poin atau 1,49% ke 27.824,29, indeks Hang Seng turun 62,87 poin atau 0,29% ke 21.806,18, dan indeks Straits Times terkoreksi 27,89 poin atau 0,87% ke 3.181,73.







