MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 50,58 poin atau 0,74% ke posisi 6.812,72 pada perdagangan Rabu 3 Mei 2023. Investor mencermati hasil pertemuan Federal Reserve (FOMC) untuk menentukan suku bunga acuannya.
Tekanan jual masih mendominasi perdagangan karena sentimen FOMC yang mendorong pelaku pasar cenderung wait and see dengan indeks kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 7,96 poin atau 0,83% ke posisi 947,64.
The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting pada Kamis (04/03) dini hari nanti waktu Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan CME Fed Watch Group yang memberikan probabilitas sebesar 86,7%, bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin, sementara yang suku bunganya tetap dengan probabilitas 13,3%.
Investor juga mencermati kondisi ekonomi AS dibayangi krisis perbankan setelah kejatuhan beberapa bank yang menyebabkan sistem keuangan terganggu.
Selain itu, pernyataan Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengingatkan tentang risiko gagal bayar utang, sehingga pasar mempunyai pandangan akan kekhawatiran apabila bank sentral masih menggunakan tool moneter yang agresif dalam melawan inflasi.
Hal tersebut berpotensi akan memberikan tekanan pada pemulihan ekonomi AS, seiring sikap pasar yang memprediksi The Fed memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga acuannya.
Baca Juga:
Hisense Gelar Instalasi Interaktif Bertema RGB, Dukung Euforia FIFA World Cup 2026™ di New York
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor meningkat di mana sektor barang konsumen primer paling tinggi yaitu 1,17%, diikuti sektor properti dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing turun 0,46% dan 0,27%.
Sedangkan, delapan sektor terkoreksi dipimpin oleh sektor energi yang turun paling dalam yaitu minus 1,45%, diikuti oleh sektor industri dan sektor transportasi & logistik yang masing-masing turun minus 1,33% dan 1,16%.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SAGE, PIPA, HAJJ, KAYU, dan PACK. Sedangkan, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ISAP, TRJA, PTBA, UNTR, dan ELIT.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.315.079 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,12 miliar lembar saham senilai Rp10,34 triliun. Sebanyak 206 saham naik, 337 saham menurun, dan 190 tidak bergerak nilainya.
Baca Juga:
Hisense Sambut FIFA World Cup 2026™ Lewat Inovasi RGB MiniLED
Pendapatan Lockton Meningkat Menjadi $4,5 Miliar Pada Tahun Fiskal 2026
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Hang Seng melemah 234,65 poin atau 1,18% ke 19.699,16, dan indeks Strait Times melemah 23,83 poin atau 0,73% ke 3.258,16.
Sementara itu, indeks Nikkei (Jepang) dan indeks Shanghai (China) libur memperingati hari libur nasional masing- masing negara tersebut.








