MEDIA EMITEN – Saham sektor teknologi dan energi menjadi penopang IHSG pada perdagangan Jumat 13 Januari 2023. Meski asing terus melakukan aksi jual, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil ditutup di zina hijau, naik tipis 11,9 poin atau 0,18% ke posisi 6.641,83.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat dengan sektor teknologi naik paling tinggi 1,83%, diikuti sektor energi dan sektor barang baku masing-masing naik 1,7 % dan 0,65%.
Sedangkan empat sektor terkoreksi dengan sektor infrastruktur turun paling dalam 0,57%, diikuti sektor barang konsumen non-primer dan sektor perindustrian masing-masing turun 0,43% dan 0,42 %, serta sektor keuangan turun 0,28%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) senilai Rp 550,82 miliar dengan nett sell terbanyak pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 284,67 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 182,04 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), senilai Rp 90,19 miliar, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) Rp 67,95 miliar, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 38,76 miliar.
Sebaliknya, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) terbesar pada lima saham ini, yaitu saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 70,89 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 67,23 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 52,96 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 29,06 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 21,33 miliar.
Sentimen yang menjadi penggerak pasar adalah rilis data inflasi AS yang melambat dan surplus neraca perdagangan serta kebijakan likuiditas bank sentral China.
Inflasi AS pada Desember mengalami perlambatan secara tahunan yang mengalami penurunan dari sebelumnya 7,1% menjadi 6,5%. Data tersebut tentunya akan menjadi pertimbangan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), sehubungan dengan suku bunga acuannya.
Baca Juga:
WALOVI Perluas Jangkauan di ASEAN, Gandeng Hong Xin Da untuk Perkuat Distribusi Produk di Singapura
Resmi Debutkan E5 PLUS Setir Kanan di Hong Kong, DFSK Percepat Ekspansi Global
Pelaku pasar sendiri menilai bahwa berdasarkan data inflasi yang melambat akan memberikan ruang bagi The Fed untuk mengurangi agresivitas dalam menaikkan suku bunga.
Sementara itu neraca perdagangan China membukukan surplus sebesar US$ 78 miliar pada Desember 2022 atau mengalami kenaikan dari November 2022 yang mengalami surplus US$ 69,8 miliar.
Di sisi lain People’s Bank of China menyuntikkan total 132 miliar yuan ke sistem perbankan untuk menjaga likuiditas yang wajar dan cukup dalam sistem perbankan menjelang Liburan Tahun Baru Imlek.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.060.051 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,76 miliar lembar saham senilai Rp10,59 triliun. Sebanyak 250 saham naik, 268 saham menurun, dan 196 tidak bergerak nilainya.
Baca Juga:
TMGM Rambah Dunia Esports, Berkolaborasi dengan OG Esports sebagai Mitra Global
Wafra Dinobatkan Sebagai World’s Best Islamic Fund Manager 2026
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei turun 330,3 poin atau 1,25% ke 26.119,5, Indeks Hang Seng menguat 224,56 poin atau 1,04% ke 21.738,66, Indeks Shanghai meningkat 31,86 poin atau 1,01% ke 3.195,31, dan Indeks Strait Times naik 25,97 poin atau 0,79% ke 3.293,75.







