MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup naik 30,59 poin atau 0,43% ke level 7.218,91 pada akhir perdagangan Kamis 22 September 2022 . Sektor energi menjadi penopang kenaikan IHSG seiring naiknya harga batubara.
Fokus pasar hari ini adalah kenaikan suku bunga The Fed sebesar 0,75% dan keputusan Bank Indonesia untuk menaikkan bunga acuan BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DDR) sebesar 50 basis poin (bps) dari 3,75% menjadi 4,25%.
BI juga meningkatkan suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility masing-masing sebesar 50 bps dari 3% menjadi 3,5% dan 4,5% menjadi 5%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasar dapat katalis dari menguatnya harga komoditas seperti minyak sawit mentah atau CPO, batu bara, dan timah.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor meningkat antara lain energi naik paling tinggi 1,87%, diikuti sektor perindustrian dan sektor barang baku masing-masing naik 1,14% dan 1,07%. Tiga sektor terkoreksi dengan sektor teknologi paling dalam 0,79%, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor kesehatan masing-masing turun 0,32% dan 0,14%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SLIS, SBMA, LEAD, HDIT, dan JKON. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni AMMS, KIOS, MEDS, KREN, dan HEXA.
Perdagangan hari ini diwarnai dengan aksi jual investor asing (net foreign sell) sebesar Rp 407,54 miliar, namun ada aksi beli di pasar negosiasi sebesar Rp 1,24 triliun sehingga di seluruh pasar tercatat net foreign buy Rp 834,81 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.424.766 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 30,97 miliar lembar saham senilai Rp14,38 triliun. Sebanyak 277 saham naik, 233 saham menurun, dan 185 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 159,3 poin atau 0,58% ke 27.153,83, Indeks Hang Seng turun 296,67 poin atau 1,61% ke 18.147,95, dan Indeks Straits Times meningkat 1,45 poin atau 0,04% ke 3.263,24.







