MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah 52,42 poin atau 0,76% ke posisi 6.863,30 pada akhir perdagangan Selasa, 2 Mei 2023. Sektor energi menekan indeks seiring turunnya harga komoditas tersebut.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dipimpin oleh sektor energi yang turun paling dalam yaitu minus 3,01%, diikuti oleh sektor kesehatan dan industriy ang masing-masing turun minus 2,10% dan 1,9%.
Sedangkan sektor yang menguat antara lain, barang konsumen non primer naik 0,32%, diikuti sektor transportasi & logistik yang naik 0,17%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,14 poin atau 0,64% ke posisi 955,60.
Sentimen negatif market hari ini karena dipicu oleh peningkatan risiko pasar terhadap munculnya lagi isu krisis perbankan Amerika, dimana kali ini First Republic Bank menjadi bank terbaru asal AS yang berpotensi collapse, sehingga membuat JP Morgan melakukan langkah akuisisi terhadap bank tersebut agar efeknya tidak menjalar lebih lanjut ke sistem perbankan.
Selain itu, para pelaku pasar juga wait and see menantikan Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting oleh The Fed yang akan dirilis pada Kamis (04/03) dini hari waktu Indonesia.
Dari dalam negeri, hari ini Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan April 2023 sebesar 4,33% year-on-year (yoy), atau lebih rendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, yaitu Februari 2023 yang sebesar 5,47%(yoy) serta Maret 2023 yang sebesar 4,97% (yoy).
Baca Juga:
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
Kepala BPS Margo Yuwono menyampaikan komoditas terbesar yang menyumbang inflasi tahunan April 2023 merupakan bensin dengan andil 0,91%, diikuti beras 0,37%, dan rokok kretek filter 0,21%.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DYAN, AMAN, OBMD, PRIM, dan KKES. Sedangkan, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni INTP, TBIG, COAL, BTPS, dan PTBA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.402.254 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,36 miliar lembar saham senilai Rp10,23 triliun. Sebanyak 187 saham naik, 368 saham menurun, dan 177 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 34,70 poin atau 0,12% ke 29.157,90, indeks Hang Seng menguat 39,24 poin atau 0,2% ke 19.933,81, dan indeks Strait Times melemah 9,06 poin atau 0,28% ke 3.279,57.
Baca Juga:
High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI
AdaKami Bangun Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Warga Dusun Banjarsari Lampung Selatan
T’way Air Luncurkan Program “Explore Korea, One Destination at a Time”








