MEDIA EMITEN – Saham-saham sektor energi memimpin penguatan Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa 19 Juli 2022, IHSG ditutup menguat 76,84 poin atau 1,15% ke level 6.736,09.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor meningkat dimana sektor energi naik paling tinggi yaitu 3,46%, diikuti sektor barang baku dan sektor teknologi masing-masing 3,41% dan 2,35%.
Penguatan harga komoditas, seperti nikel dan minyak mengangkat saham-saham seperti ANTM, TINS, INCO, HRUM dan saham batubara antara lain ADRO dan ADMR.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saham-saham CPO juga menguat didukung katalis dari kebijakan pembebasan pungutan ekspor sawit hingga Agustus dalam rangka percepatan ekspor merespon tangki sawit petani dan pengusaha sawit yang penuh imbas larangan ekspor pada Mei lalu.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” di seluruh pasar sebesar Rp 58,14 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp225,78 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.169.556 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,77 miliar lembar saham senilai Rp11,29 triliun. Sebanyak 327 saham naik, 169 saham menurun, dan 183 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia bervariasi, antara lain indeks Nikkei menguat 173,21 poin atau 0,65% ke 26.961,68, indeks Hang Seng turun 185,12 poin atau 0,89% ke 20.661,06, dan indeks Straits Times melemah 3,97 poin atau 0,13% ke 3.117,79.







