Saham Telstra Merosot di Tengah Bursa Australia Dibuka Menguat

- Pewarta

Jumat, 26 Oktober 2018 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Sydney – Saham-saham di Bursa Australia dibuka lebih tinggi pada perdagangan Jumat pagi (26/10/2018), setelah jatuh 2,8 persen mencapai tingkat terendah satu tahun sehari sebelumnya, namun saham perusahan telekomunikasi negeri itu, Telstra merosot.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 8,80 poin atau 0,16 persen menjadi diperdagangkan di 5.672.90 poin, sementara indeks All Ordinaries yang lebih luas bertambah 13,60 poin atau 0,24 persen pada 5.773,10 poin.

Saham-saham teknologi informasi memimpin kenaikan di bursa Aussie, mencerminkan pergerakan di pasar AS di mana Dow Jones dan NASDAQ melonjak.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Reli di saham AS sebagian besar karena kenaikan saham-saham teknologi,” kata analis pasar CMC Markets, Jonathen Chan.

“Perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Twitter dan Google Alphabet memimpin karena nilai laba per saham yang lebih baik daripada estimasi.”

Sektor kelas besar di pasar Australia, material dan energi, keduanya naik sedikit meski harga komoditas bervariasi.

“Pasar komoditas beragam karena dolar AS yang lebih kuat — logam-logam industri utama seperti aluminium merosot tetapi tembaga berfluktuasi,” kata Chan.

“Harga minyak sedikit lebih tinggi tanpa pemicu spesifik.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia menguat dengan Commonwealth Bank naik 0,16 persen, Westpac Bank naik 0,16 persen, National Australia Bank naik 0,49 persen dan ANZ naik 0,32 persen.

Saham-saham pertambangan sebagian besar lebih tinggi, dengan BHP naik 0,65 persen, Rio Tinto naik 1,29 persen dan Fortescue Metals naik 3,16 persen, namun penambang emas Newcrest turun 2,47 persen.

Saham-saham produsen minyak dan gas beragam, dengan Woodside Petroleum tidak berubah, Oil Search naik 0,25 persen dan Santos turun 0,15 persen.

Jaringan supermarket terbesar Australia melemah, dengan Wesfarmers turun 0,09 persen dan Woolworths turun 0,76 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra merosot 0,49 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas kehilangan 0,19 persen dan perusahaan biomedis CSL meningkat 1,55 persen. Demikian laporan yang dikutip Xinhua. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru