MEDIA EMITEN – Harga saham-saham teknologi berjatuhan, menjadi pemberat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga ditutup melemah 86,38 poin atau 1,2% ke leveli 7.096,58 pada perdagangan Senin 6 Juni 2022.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 4,35%, diikuti sektor keuangan dan sektor perindustrian masing-masing minus 1,25% dan minus 1%.
Sedangkan tiga sektor meningkat, antara lain kesehatan naik paling tinggi yaitu 1,64%, diikuti sektor properti & real estat dan sektor barang konsumen primer masing-masing 0,73% dan 0,62%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kekhawatiran inflasi yang akan membuat Ban Sentral AS (Fed) lebih agresif menjadi sentimen negatif saham-saham teknologi dan keuangan. Fed dijadwalkan akan mengadakan pertemuan pada 14-15 Juni 2022, yang diperkirakan bakal menaikkan suku bunga acuan 0,5%.
Saham pada teknologi seperti GOTO anjlok 6,78% atau mengalami auto reject bawah (ARB) menjadi Rp 330, BUKA juga mengalami nasih yang sama jatuh minus 6,58% menjadi Rp 284. Demikian juga saham bank digital rata-rata mengalami penurunan signifikan.
Pada perdagangan Selasa, asing melakukan aksi beli saham (net foreign buy) di seluruh pasar sebesar Rp 396,39 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp 220,29 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.503.863 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,77 miliar lembar saham senilai Rp15,01 triliun. Sebanyak 234 saham naik, 301 saham menurun, dan 162 tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia ditutup bervariasi. Indeks Nikkei naik 154,32 poin atau 0,56% ke 27.915,89, indeks Hang Seng naik 571,77 poin atau 2,71% ke 21.653,9. Namun, indeks Straits Times turun 6,69 poin atau 0,21% ke 3.225,28.






