Saham Perbankan Seret Bursa Aussie Berakhir Lebih Rendah

- Pewarta

Selasa, 14 Mei 2019 - 03:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saham Perbankan Seret Bursa Aussie Berakhir Lebih Rendah

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin (13/5/2019), karena kemerosotan sektor perbankan mengimbangi kenaikan di sejumlah sektor utama lainnya.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 13,30 poin atau 0,21 persen menjadi 6.297,60 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas berkurang 11,80 poin atau 0,18 persen menjadi 6.381,30 poin.

“Keuangan sejauh ini merupakan beban utama bagi pasar lokal karena beberapa alasan berbeda,” kata analis pasar Commsec, James Tao.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejumlah bank besar melakukan perdagangan ex-dividen minggu ini dengan ANZ Bank dan Macquarie Group hari ini.”

Saham bank Commonwealth merosot karena rilis pembaruan kuartal ketiga yang lebih lemah dari perkiraan perusahaan.

Sementara itu, sebut Xinhua, sektor material dan industri melonjak seperti halnya layanan kesehatan dan komunikasi, membatasi kerugian yang lebih luas untuk indeks.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia merosot, dengan Commonwealth Bank turun 2,52 persen, ANZ turun 3,89 persen, National Australia Bank turun 1,97 persen, dan Westpac Bank turun 0,37 persen.

Saham-saham pertambangan bervariasi, dengan Rio Tinto naik 0,80 persen, Fortescue Metals turun 0,13 persen, BHP naik 0,35 persen dan penambang emas Newcrest naik 0,51 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas sebagian besar lebih rendah, dengan Oil Search turun 0,79 persen, Santos tidak berubah, dan Woodside Petroleum turun 0,45 persen.

Supermarket terbesar Australia menguat, dengan Coles naik 0,55 persen, dan Woolworths naik 0,55 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra terangkat 1,17 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas turun 0,19 persen dan perusahaan biomedis CSL naik 1,42 persen. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB