Saham Australia Berakhir Melemah Tertekan Perlambatan Ekonomi Global

- Pewarta

Jumat, 8 Maret 2019 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saham Australia Berakhir Melemah Tertekan Perlambatan Ekonomi Global

Mdiaemiten.com, Sydney – Indeks utama saham Australia ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (8/3/2019), karena volatilitas di pasar-pasar global dan data ekonomi negatif membebani sentimen para investor.

Pada penutupan perdagangan, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 60,10 poin atau 0,96 persen menjadi 6.203,80 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas berkurang 57,10 poin atau 0,90 persen menjadi 6.287,10 poin.

Dengan Bank Sentral Eropa (ECB) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonominya dari 1,6 persen untuk 2019 menjadi 1,1 persen, pedagang-pedagang di seluruh dunia menjadi bingung.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Wall Street, investor AS melihat kerugian hari keempat berturut-turut, menjadikannya penurunan beruntun terpanjang sejauh tahun ini.

Menurut analis pasar Commsec, Tom Piotrowski, “Apa yang kita lihat saat ini adalah paduan suara para peramal yang menurunkan perkiraan pertumbuhan dan itu hanya menciptakan sedikit penghindaran risiko di mana saham-saham tertekan.”

“Kami mulai melihat uang bergerak ke aset-aset yang lebih defensif seperti pendapatan tetap atau obligasi pemerintah,” katanya.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia anjlok dengan Commonwealth Bank turun 2,01 persen, Westpac Bank turun 1,31 persen, National Australia Bank turun 1,13 persen dan ANZ turun 2,27 persen.

Saham-saham pertambangan jatuh dengan BHP turun 1,31 persen, Rio Tinto turun 1,58 persen, Fortescue Metals turun 1,52 persen dan Newcrest Mining turun 0,41 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas juga terbebani dengan Woodside Petroleum turun 1,29 persen, Santos turun 1,14 persen dan Oil Search turun 2,18 persen.

Jaringan supermarket terbesar Australia berhasil melawan tren, dengan Wesfarmers naik 0,09 persen dan Woolworths naik 0,30 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra merosot 0,31 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas turun 0,53 persen dan perusahaan biomedis CSL naik tipis 0,06 persen. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Risen Energy Rambah Bisnis Integrasi Energi dan Komputasi Hijau

Pers Rilis

Risen Energy Rambah Bisnis Integrasi Energi dan Komputasi Hijau

Kamis, 10 Sep 2026 - 02:00 WIB