MEDIA EMITEN – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS terus melemah tertekan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS sebesar 0,75% dan sinyal lebih hawkish dari The Fed.
Pada Kamis 3 November 2022, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia melemah ke posisi Rp 15.681 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.652 per dolar AS.
Sementara itu, di pasar antrabank rupiah ditransaksikan melemah 48 poin atau 0,31% ke posisi Rp 15.695 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.647 per dolar AS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
The Fed menaikkan suku bunga acuan 75 basis poin menjadi 3,75-4%. Faktor ini menyebabkan dolar AS yang awalnya sempat jatuh kemudian bangkit menguat karena sinyal The Fed.
Ketua The Fed Jerome Powell mengisyaratkan suku bunga AS kemungkinan akan naik lebih jauh dari yang diperkirakan. Pernyataan ini mengecewakan harapan para investor untuk perubahan nada, dan kini investor mengalihkan fokus ke data pekerjaan Jumat 4 November 2022.
Dari internal, terjadinya deflasi pada Oktober justru semakin membebani rupiah, dengan ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Indonesia yang semakin rendah.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi sebesar 0,11% (month-to-month/mtm) pada Oktober 2022 atau adanya penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,87 pada September menjadi 112,75.
Baca Juga:
Savaya Group Hadirkan Zumana, Destinasi Baru di Pesisir Kuta Bali
Trinasolar Dukung Proyek PLTS dan Penyimpanan Energi 10 MWh di Phu Quoc, Vietnam
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp 15.655 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.655 per dolar AS hingga Rp 15.699 per dolar AS.






