Rupiah Tertekan karena Ekspektasi Defisit Perdagangan Meleset

- Pewarta

Senin, 17 September 2018 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Bank Indonesia mengatakan, defisit neraca perdagangan gustus 2018 sebenarnya menunjukkan perbaikan dibanding 2018, namun ekspektasi pasar melebihi dosis perbaikan itu sehingga nilai tukar rupiah di pasar spot tertekan sepanjang Senin siang.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di Jakarta, Senin (17/9/2018), mengatakan bahwa meskipun defisit, namun tekor neraca perdagangan Agustus 2018 sebesar 1,02 miliar dolar AS sudah jauh menurun dibanding Juli 2018 yang sebesar 2,03 miliar dolar AS.

“Mungkin harapan pasar lebih dari itu dan kita tentu lihat seperti tadi bahwa butuh waktu karena tidak bisa langsung impor dipotong. Kita lihat prosesnya ada progres bagaimana defisit itu dari neraca perdagangan lebih kecil,” ujar dia.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sentimen dari neraca perdagangan memang membayangi pergerakan nilai tukar mata uang Garuda hari ini. Nilai mata uang Garuda di pasar spot hingga Senin pukul 15.00 WIB berada di Rp14.884 per dolar AS atau melemah 78 poin dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

“Yang penting kita lihat sekarang sisi tekanan ke rupiah dari neraca perdagangan seharusnya membaik karena kita membandingkan dengan bulan lalu, kecuali estimasi pasar lebih rendah defisitnya,” ujar Dody.

Dody melihat penurunan defisit neraca perdagangan Agustus 2018 ini bisa berlanjut dan akan memperbaiki defisit transaksi berjalan di kuartal III 2018 (Juli-Agustus-September) ini.

Defisit perdagangan September 2018 ini diharapkan membaik signifikan karena penerapan bahan bakar biodiesel bercampur 20 persen minyak kelapa sawit (B20) yang akan menurunkan impor minyak dan di sisi lain meningkatkan nilai ekspor kelapa sawit seiring tingginya permintaan.

Bank Sentral memiliki kajian bahwa penerapan B20 di semua sektor akan menurunkan impor minyak mentah hingga 2,2 miliar dollar AS kurun September hingga Desember 2018. Selain itu B20 juga diharapkan menambah nilai ekspor sebesar empat hingga lima miliar dollar AS.

Dody melihat nilai ekspor juga akan didukung dari mulai menggeliatnya volume ekspor itu. Dia mengklaim seharusnya dunia usaha sudah memanfaatkan nilai rupiah yang melemah dalam beberapa waktu terakhir untuk meningkatkan nilai penjualan ekspor.

“Kita masih punya upaya agar ekspor lebih tumbuh, khusuanya ekpsor manufaktur. Harusnya dengan dorongan rupiah yang sudah terdepresiasi bisa jadi faktor untuk lebih kompetitif dari sisi ekspor,” ujar dia.

Dengan kebijakan penurunan impor dan juga peningkatan ekspor, ditambah juga akumulasi upaya untuk meningkatkan investasi portofolio dan Penanaman Modal Asing, otoritas moneter masih meyakini defisit transaksi berjalan di akhir tahun akan lebih rendah dari tiga persen Produk Domestik Bruto. (iap)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB