Rupiah Terkoreksi di Tengah Potensi Gagal Bayar Pemerintah AS

- Pewarta

Kamis, 28 Februari 2019 - 01:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah Terkoreksi di Tengah Potensi Gagal Bayar Pemerintah AS

Mediaemiten.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu sore, terkoreksi 38 poin menjadi Rp14.030 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.992 per dolar di tengah potensi gagal bayar pemerintah Amerika Serikat.

“Potensi gagal bayar utang yang jatuh tempo, mengakibatkan indeks dolar kembali menguat,” kata analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

BACA JUGA : Rupiah Rabu Pagi Dibuka Melemah 7 Poin

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) buka suara mengenai kemungkinan pemerintah gagal membayar utangnya saat kongres tengah bergulat membahas kemungkinan menaikkan jumlah utang yang dapat dipikul pemerintah AS.

Pada 12 Februari 2019, utang pemerintah AS sudah mencapai 22,15 triliun dolar AS, dibandingkan pekan sebelumnya yaitu 21,9 triliun dolar AS.

“Batas atas pinjaman belum jelas. Sejak Obama sampai Trump, batas atas pinjaman tidak jelas. Sedangkan utang luar negeri AS sudah mencapai 22,15 triliun dolar,” kata Ibrahim.

Selain itu, tingginya risiko di perekonomian global, seperti perlambatan di Eropa dan China, mendorong pelaku pasar untuk menjadikan dolar AS sebagai ‘bunker’ perlindungan.

“Dolar AS ternyata masih menjadi ‘darling’ pelaku pasar, meski tanpa dukungan kenaikan suku bunga acuan seperti tahun lalu,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Ibrahim, naiknya harga minyak juga memberikan sentimen negatif terhadap nilai tukar rupiah sebab biaya impor minyak akan membengkak.

“Padahal Indonesia adalah negara net importir minyak, mau tidak mau harus ada impor untuk memenuhi kebutuhan karena produksi dalam negeri yang tidak memadai. Ini akan membuat pasokan devisa terkuras dan rupiah tidak punya modal untuk menguat. Fondasi rupiah menjadi rapuh sehingga rentan terdepresiasi,” kata Ibrahim.

Nilai tukar (kurs) rupiah sendiri pada pagi hari sebenarnya dibuka menguat Rp13.985 dolar AS, namun kemudian bergerak melemah hingga sore hari. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.980 per dolar AS hingga Rp14.042 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu, menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.004 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.990 per dolar AS. (cit)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Haier Jalin Kemitraan Global dengan UEFA Champions League

Pers Rilis

Haier Jalin Kemitraan Global dengan UEFA Champions League

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:25 WIB