Rupiah Terapresiasi Seiring Pertumbuhan Ekonomi Nasional

- Pewarta

Rabu, 6 November 2019 - 01:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah Terapresiasi Seiring Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Mediaemiten.com, Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore (5/11/2019) terapresiasi seiring pertumbuhan ekonomi nasional.

Terpantau, pergerakan rupiah pada Selasa sore ini menguat 47 poin atau 0,34 persen menjadi Rp13.968 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.015 per dolar AS.

Kepala Riset Valbury Asia Future Lukman Leong di Jakarta, Selasa (5/11/2019) mengatakan data produk domestik bruto (PDB) yang di atas ekspektasi direspon positif oleh pelaku pasar uang sehingga mendorong nilai tukar rupiah berbalik arah setelah sebelumnya mengalami tekanan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Meski PDB Indonesia melambat dibandingkan tahun lalu, namun masih dinilai bagus karena sesuai harapan pasar yang tetap berada di atas level lima persen,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat,
PDB Indonesia pada triwulan ketiga 2019 sebesar 5,02 persen, melambat dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 5,17 persen. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2019 tumbuh 5,04 persen.

“PDB di atas lima persen merupakan hal yang positif di tengah ancaman resesi global. PDB sebesar itu di atas konsensus yang sebesar 4,9 persen,” ucapnya.

Ia optimistis pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun ini akan bertahan di atas lima persen, hal itu salah satunya didasari oleh inflasi yang dijaga di level rendah.

Badan Pusat Statistik mencatat inflasi pada Oktober 2019 sebesar 0,02 persen secara bulanan (month to month/mtm). Sehingga, inflasi tahunan sebesar 3,13 persen (year on year/yoy).

Ia menambahkan inflasi 2019 diproyeksikan sesuai dengan prakiraan Bank Indonesia yang berada di bawah titik tengah kisaran sasarannya 3,5 persen deviasi satu persen, dan terjaga dalam kisaran sasaran tiga persen pada 2020.

Di sisi lain, lanjut dia, kebijakan Bank Indonesia yang telah melakukan pemangkasan suku bunga pada tahun ini sebanyak empat kali juga terasa dampaknya pada PDB Indonesia.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 23-24 Oktober 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,00 persen.

“Kebijakan itu merupakan langkah pre-emptive dari BI untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah kondisi ekonomi global yang melambat,” ucapnya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.031 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.002 per dolar AS. (zub)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru