Mediaemiten.com, Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore (12/6/2019), melemah tipis pada saat ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed.
Rupiah melemah 2 poin atau 0,02 persen menjadi Rp14.241 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.239 per dolar AS.
Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu (12/6/2019), mengatakan pelaku pasar berspekulasi tentang kemungkinan penurunan suku bunga bank sentral tahun ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hal tersebut karena melambatnya inflasi dan meningkatnya ketegangan perdagangan setelah Ketua Fed Jerome Powell mengisyaratkan bank sentral akan “bertindak sesuai untuk mempertahankan ekspansi, dengan pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi di dekat dengan sasaran 2 persen”, ” ujar Ibrahim.
The Fed akan mengadakan pertemuan kebijakan berikutnya pada 18-19 Juni 2019 mendatang dan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga alias tidak berubah.
Selain itu, sentimen eksternal lainnya yaitu Bank Sentral Eropa (ECB) kemungkinan akan menurunkan suku bunga dan kembali menggelontorkan stimulus dalam tahun ini guna untuk memulihkan ekonomi di zona Eropa seiring dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu akibat perang dagang dan Brexit.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp14.229 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.227 per dolar AS hingga Rp14.262 per dolar AS.
Baca Juga:
CHiQ Tampil di IFA 2026: Dari Ekspansi Global Menuju Jangkauan yang Kian Kuat di Pasar Lokal
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.234 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.258 per dolar AS. (cit)







