MEDIA EMITEN – Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan Jumat 9 Desember 2022 dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia ke posisi Rp15.587 per dolar AS, dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp 15.624 per dolar AS.
Sementara itu, rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 38 poin atau 0,24% ke posisi Rp 15.583 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.621 per dolar AS.
Sentimen penguatan rupiah didorong oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan pengendalian COVID-19 di China dan pelemahan dolar AS menjelang pertemuan The Fed minggu depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan bahwa pergeseran China dalam kebijakan COVID-19 akan memungkinkan ekonomi negara tersebut meningkat. Hal itu disampaikan Keqiang sehari setelah pertemuan partai tingkat atas berjanji untuk fokus pada stabilisasi pertumbuhan sambil mengoptimalkan langkah-langkah pandemi.
Dari domestik, pertumbuhan penjualan eceran secara bulanan mengalami peningkatan dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang tumbuh sebesar 2,3% (mtm) pada Oktober 2022, membaik dari bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 1,8% (mtm).
Perbaikan terjadi pada seluruh kelompok, didukung membaiknya kelompok bahan bakar kendaraan bermotor yang didorong kelancaran distribusi, diikuti subkelompok sandang yang didorong oleh program diskon yang diterapkan sejumlah ritel, serta kelompok suku cadang dan aksesori sejalan dengan berkurangnya kontraksi.
Sementara secara tahunan, kinerja penjualan eceran juga tercatat tumbuh positif yang tercermin dari IPR Oktober 2022 sebesar 202,7, atau tumbuh positif sebesar 3,7% (yoy), ditopang perbaikan pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi, di tengah penurunan kinerja kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya dan suku cadang dan aksesoris, serta perlambatan subkelompok sandang dan bahan bakar kendaraan bermotor.







