Mediaemiten.com, Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore (9/1/2019)ini menguat sebesar 20 poin ke posisi Rp14.125 dibandingkan sebelumnya Rp14.145 per dolar AS.
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu (9/1/2019) mengatakan mata uang di kawasan Asia cenderung menguat terhadap dolar AS karena spekulasi pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan China kemungkinan menghasilkan kemajuan.
BACA JUGA : Rupiah Rabu Pagi Menguat Jadi Rp14.110
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pasar cukup optimis pembicaraan kedua negara itu menemukan jalan keluar dari perselisihan perdagangan,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, sentimen mengenai sikap Gubernur The Fed, Jerome Powell yang memberi sinyal dovish terhadap suku bunga Fed turut menjadi faktor yang menopang mata uang aset berisiko seperti rupiah.
“The Fed akan fleksibel dalam keputusan kebijakan suku bunga pada 2019 ini,” katanya.
Ia menambahkan sentimen dari dalam negeri juga cukup mendukung untuk menopang rupiah. Data inflasi yang terkendali serta cadangan devisa Indonesia yang meningkat memicu penilaian positif dari pelaku pasar.
Baca Juga:
CHiQ Tampil di IFA 2026: Dari Ekspansi Global Menuju Jangkauan yang Kian Kuat di Pasar Lokal
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia
“Aset berdenominasi rupiah cukup menarik di tengah fundamental ekonomi nasional yang kondusif,” katanya.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (9/1), tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp14.120 dibanding sebelumnya (8/1) di posisi Rp14.031 per dolar AS. (zub)







