Rupiah Menguat di Bawah Rp14.000, Seiring Peningkatan Cadangan Devisa

- Pewarta

Jumat, 8 November 2019 - 01:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah Menguat di Bawah Rp14.000, Seiring Peningkatan Cadangan Devisa

Mediaemiten.com, Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Kamis sore (7/11/2019) menguat seiring meningkatnya cadangan devisa Indonesia periode Oktober 2019.

Pergerakan rupiah pada Rabu sore menguat 20 poin atau 0,14 persen menjadi Rp13.995 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.015 per dolar AS.

“Sentimen positif yang datang dari dalam negeri menjadi faktor yang mendorong rupiah kembali bergerak dalam area positif,” ujar Direktur Utama Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi di Jakarta Kamis.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2019 mencapai 126,7 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir September 2019 sebesar 124,3 miliar dolar AS.

Ia mengatakan cadangan devisa yang naik itu diharapkan menambah kepercayaan pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional, sehingga mendorong nilai tukar domestik lebih tinggi.

Disamping itu, lanjut dia, Bank Indonesia secara teknis juga terus melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi dalam perdagangan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) sehingga menambah daya bagi apresiasi mata uang Garuda.

“Pada sesi perdagangan siang tadi modal asing kembali masuk, walaupun pada awalnya modal asing banyak yang keluar akibat ketidakpastian pertemuan antara pemimpin AS dan China,” katanya.

Ia mengatakan pasar terus mengamati perkembangan negosiasi perdagangan AS-China. Washington dan Beijing secara bersamaan diharapkan membatalkan beberapa tarif yang ada pada barang masing-masing pihak agar kedua belah pihak mencapai kesepakatan perdagangan fase pertama.

Ia mengemukakan kedua belah pihak telah memberlakukan tarif barang satu sama lain dalam perang dagang selama 16 bulan yang berdampak ke pasar keuangan, memperlambat investasi global dan pertumbuhan.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.040 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.992 per dolar AS. (zub)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru