Rupiah Menguat, BI Catat Modal Asing Rp19,9 Triliun Masuk ke Indonesia

- Pewarta

Jumat, 9 November 2018 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Bank Indonesia mencatat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia periode 1-9 November 2018 cukup deras yakni Rp19,9 triliun, yang salah satunya karena nilai tukar rupiah yang berbalik menguat signifikan dalam dua pekan terakhir.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (9/11/2018), mengungkapkan modal asing yang masuk ke surat berharga negara (SBN) pada 1-9 November 2018 sebesar Rp14,4 triliun, sedangkan ke saham mencapai Rp5,5 triliun. Dengan demikian, portofolio asing masuk terakumulasi sebesar Rp19,9 triliun.

Sementara, jika dihitung sejak awal tahun hingga saat ini (year to date/ytd), aliran dana masuk ke SBN mencapai Rp42,4 triliun. Sedangkan untuk aliran modal ke saham sejak awal tahun hingga saat ini masih tercatat negatif.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami hitung bulan ini ke SBN Rp14,4 triliun, sehingga kalau SBN secara tahun berjalan, aliran modal asing Rp42,6 triliun. Yang juga cukup baik adalah kembali masuknya aliran modal asing ke saham, bulan ini aliran modal asing ke saham itu Rp5,5 triliun,” katanya.

Di instrumen saham, lanjut Perry, memang masih negatif karena banyak investor yang memindahkan dananya dari saham seiring dinamika suku bunga dan kebijakan ekonomi di pasar keuangan global.

Dengan sudah kembali masuknya aliran modal asing ke saham, Perry mengklaim investor global sudah semakin percaya untuk berinvestasi di pasar keuangan domestik.

“Aliran modal asing ke SBN yang semakin besar dan juga yang masuk itu juga memberikan rasa percaya dari investor global terhadap ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Setidaknya terdapat tiga penyebab nilai tukar rupiah menguat dalam waktu relatif cepat yakni selama dua pekan terakhir dari level Rp15.200 ke kisaran saat ini Rp14.600 per dolar AS.

Pertama karena kepercayaan investor global meningkat karena indikator ekonomi domestik yang membaik seperti laju inflasi hingga Oktober 2018 dan realisasi pertumbuhan ekonomi domestik kuartal III 2018.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III sebesar 5,17 persen secara tahunan (year on year/yoy), yang utamanya didorong konsumsi rumah tangga.

Sementara, inflasi pada Oktober 2018 sebesar 0,28 persen secara bulanan (month to month/mtm) atau 3,16 persen (yoy) yang berarti berada di batas bawah sasaran inflasi.

Penyebab kedua penguatan rupiah dalam beberapa waktu terakhir adalah pemberlakukan pasar valas berjangka untuk domestik atau domestic non-deliverable forward (DNDF). Operasional DNDF mulai efektif pada 1 November 2018. Perry mengklaim pasokan dan permintaan di pasar DNDF sudah berjalan baik dengan total transaksi selama sembilan hari berjalan mencapai 115 juta dolar AS.

Penyebab ketiga adalah meredanya perang dagang antara AS dan China menyusul rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada perhelatan G-20 akhir November 2018.

Pertemuan itu diklaim untuk membahas solusi perang dagang antara dua negara yang telah terjadi sejak awal tahun. (iap)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru