MEDIA EMITEN – Nilai tukar rupiah kembali melemah dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia ditutup pada level Rp15.701 per dolar AS pada Kamis 10 November 2022. Rupiah terdepresiasi 47 poin dibanding hari sebelumnya Rp15.654 per dolar AS.
Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank ditutup melemah 37 poin atau 0,23% ke posisi Rp15.694 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.657 per dolar AS.
Pasar mencerna perkembangan politik AS, yakni pemilu sela dari mid term election yang di luar ekspektasi. Hasil terbaru dari pemilihan paruh waktu AS menunjukkan bahwa Partai Republik semakin dekat untuk mengamankan mayoritas di DPR AS, sementara kendali Senat tergantung pada keseimbangan, setelah Demokrat tampil cukup baik untuk menghentikan “gelombang merah” Partai Republik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Semua mata sekarang tertuju pada angka inflasi AS yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat, dengan ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan indeks harga konsumen utama menunjukkan kenaikan 8% (yoy) pada Oktober.
Investor menunggu untuk melihat apakah data inflasi AS akan memacu The Federal Reserve untuk terus menaikkan suku bunga hingga tahun depan dalam upaya untuk mengurangi inflasi, atau apakah mereka mungkin dapat mengurangi pengetatan kebijakan.
Dari dalam negeri, pasar menunggu rilis data neraca perdagangan Oktober.
Pada September lalu, neraca perdagangan Indonesia tercatat mengalami surplus US$ 4,99 miliar, dengan nilai ekspor US$ 24,80 miliar dan impor US$ 19,81 miliar.
Surplus neraca pada bulan lalu merupakan surplus neraca perdagangan Indonesia ke-29 secara berturut-turut sejak Mei 2020.






