MEDIA EMITEN – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia di posisi Rp 15.179 per dolar AS pada Selasa 21 Februari 2023, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 15.168 per dolar AS.
Pasar mencermati kebijakan bank sentral AS atau Federal Reserve (Fed) terhadap kemungkinan meningkatkan suku bunga acuannya serta mengantisipasi rilis risalah The Fed pada Rabu 22 Februari 2023 waktu setempat.
Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antar bank pada ditutup turun 31 poin atau 0,20% ke posisi Rp 15.190 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.159 per dolar AS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Indeks dolar AS kembali meningkat ke level 103-104 yang mengindikasikan penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama.
Sementara dari domestik, kinerja neraca pembayaran Indonesia (NPI) mencatat surplus sebesar US$ 4 miliar pada 2022. Angka ini lebih rendah dari surplus NPI 2021 yang mencatat sebesar US$ 13,5 miliar.
Kinerja NPI pada 2022 tersebut ditopang oleh kinerja neraca perdagangan barang yang naik signifikan, terutama didukung oleh peningkatan ekspor sejalan dengan harga komoditas global yang masih tinggi dan permintaan atas komoditas Indonesia yang tetap baik, di tengah impor yang juga meningkat seiring perbaikan ekonomi domestik.
Neraca perdagangan Indonesia pada Januari hingga Desember 2022 mencatat surplus US$ 54,46 miliar. Hasil ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama 2021 sebesar US$ 35,42 miliar.
Selain itu, capital inflow juga berlanjut kembali masuk ke pasar domestik sehingga diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi rupiah di tengah faktor eksternal yang masih besar.







