Rupiah Melemah 18 Poin Seiring Depresiasi Mata Uang Asia

- Pewarta

Selasa, 18 September 2018 - 03:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (18/9/2018) pagi, bergerak melemah sebesar 18 poin menjadi Rp14.889 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.871 per dolar AS.

“Mata uang kuat Asia seperti dolar HongKong dan dolar Singapura yang melemah terhadap dolar AS menjadi sentimen pelemahan rupiah,” kata Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Di sisi lain, lanjut dia, neraca perdagangan pada Agustus 2018, yang defisit 1,02 miliar dolar AS, turut mendukung fundamental rupiah menurun.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus mengalami defisit sebesar 1,02 miliar dolar AS, yang lebih rendah dibandingkan Juli 2018 sebesar 2,01 miliar dolar AS.

Dari eksternal, Lana mengemukakan penerapan tarif impor Amerika Serikat untuk tahap kedua membuat Pemerintah Tiongkok berang dan mengancam untuk menarik diri dari pembicaraan perdagangan penyelesaian tarif tahap pertama yang sedang berlangsung.

“Ancaman pengenaan tarif impor untuk Tiongkok masih menjadi faktor ketidakpastian global yang menjadi sentimen negatif pasar,” katanya.

Namun, lanjut dia, kemungkinan rupiah masih dalam penjagaan Bank Indonesia dan bergerak menuju dalam kisaran yang sempit. (zub)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru