MEDIA EMITEN – Nilai tukar (kurs) rupiah makin perkasa terhadap dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin 3 April 2023 berada di posisi Rp14.990 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.977 per dolar AS.
Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir perdagangan Senin ditutup naik 25 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp14.971 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.996 per dolar AS.
Penguatan rupiah didukung oleh data inflasi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Laju inflasi tahunan (year-on-year/yoy) Maret 2023 mencapai 4,97%. Jika dilihat dari tren, inflasi tahunan pada Maret 2023 menurun dari level 5,28 persen (yoy) pada Januari 2023 dan 5,47 persen (yoy) pada Februari 2023
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
.Selain itu, capital inflow yang berlanjut dalam negeri juga dapat mendukung penguatan rupiah, seiring ketidakpastian global. Pasar akan menunggu dan mencermati terhadap data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pada akhir pekan ini.
Saat ini indeks dolar AS masih berada di level 102,8 mengindikasikan penguatan major currencies terhadap dolar AS masih berlanjut setelah hasil keputusan Bank Sentral AS atau The Fed dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Maret 2023 yang sesuai dengan ekspektasi pasar.
The Fed mengumumkan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar seperempat persentase poin ke kisaran 4,75-5%, mengisyaratkan satu kenaikan suku bunga lagi tahun ini.
Indeks dolar AS adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap enam mata uang negara utama lainnya, yakni euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.







