Rupiah Ditutup Menguat Terpicu Sikap Bank Sentral AS

- Pewarta

Kamis, 21 Februari 2019 - 01:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu sore (20/2/2019), menguat 59 poin menjadi Rp14.044 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.103 per dolar dipicu sikap dovish’ Bank Sentral AS, Federal Reserve (Fed).

“The Fed kemungkinan akan membahas tentang menahan untuk kenaikan suku bunga. Bisa saja di 2019 ekonomi terus melambat sehingga The Fed tidak akan menaikkan suku bunganya,” kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim di Jakarta, Rabu.

BACA JUGA : Rupiah Rabu Pagi Dibuka Menguat 60 Poin

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pelaku pasar memang tengah menantikan risalah hasil pertemuan dewan rapat kebijakan bank sentral AS atau Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis malam ini.

Pada pertemuan 30 Januari 2019 lalu, The Fed mempertahankan suku bunga acuannya dan mengatakan akan bersabar terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Dari eksternal lainnya, adanya harapan bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May akan membuat kemajuan dalam mencari perubahan dalam perjanjian Brexit dengan Uni Eropa, menekan dolar AS.

PM Inggris dan pejabat Uni Eropa kini sedang bekerja untuk merevisi naskah dari kesepakatan Brexit yang sebelumnya sudah ditolak mentah-mentah oleh parlemen Inggris. “Ada optimisme parlemen akan menerima sehingga Inggris bisa keluar dari zona Eropa,” ujar Ibrahim.

Selain itu, penurunan harga minyak dunia juga memberikan sentimen positif bagi rupiah, di mana akan memengaruhi impor bahan bakar minyak (BBM) sehingga membantu neraca perdagangan Februari 2019.

Sementara itu, dari domestik, Bank Indonesia (BI) pada Kamis (21/2) besok diprediksi akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya atau BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 6 persen.

“Kemungkinan besar BI akan mempertahankan suku bunganya karena ekonomi kita stabil, pilpres juga biasa saja. Pasar masih optimistis,” kata Ibrahim.

Nilai tukar (kurs) rupiah sendiri pada pagi hari dibuka menguat Rp14.064 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.040 per dolar AS hingga Rp14.072 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.055 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.119 per dolar AS. (cit)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

Qualcomm dan Samsung Perluas Kolaborasi Snapdragon

Kamis, 23 Jul 2026 - 09:07 WIB

Pers Rilis

“NI NO KUNI: CROSS WORLDS” HADIRKAN LAYANAN GLOBAL TERPADU

Kamis, 23 Jul 2026 - 09:00 WIB