Ramayana Lestari Sentosa PHK 421 Karyawan, Pendapatan Turun 25-50 Persen

- Pewarta

Kamis, 28 Mei 2020 - 02:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Wabah covid-19 yang sedang menjangkit segala lini dibelahan dunia cukup berpengaruh terhadap bisnis perusahaan Perdagangan Umum, ritel, kafe restoran yaitu PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) Hingga mulai Periode Januari hingga saat ini 27 Mei 2020 Perseroan telah melakukan Pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 421 karyawannya.

Suryanto Direktur keungan RALS dalam keterbukaan informasi BEI Rabu (27/5/2020), mengatakan, wabah covid-19 ini berdampak pada penghentian operasional sebagian lini usaha perseroan kurang lebih selama 3 bulan.

Suryanto menambahkan pembatasan operasional hampir di seluruh bisnis department store terjadi pada kurun waktu selama bulan April hingga Mei 2020, dampak dari pembatasan oprasional itu akan mempengaruhi kontribusi pendapatan konsolidasi perseroan hingga 25 persen sampai 50 persen dibanding tahun 2019.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jumlah karyawan RALS sendiri per 31 Desmber 2019 sebanyak 5896 orang, namun pada saat jumlah itu telah berkurang menjadi 5475 orang karyawan dengan jumlah pengurangan sebanyak 421 orang,sedangkan karyawan yang terdampak akibat covid19 ini dengan pomotongan gaji hingga 50 persen sebanyak 2700 orang karyawan.

Perseroan memperkirakan penurunan pendapatan mulai 25 persen samapi 50 persen, sedangkan penurunan laba bisa mencapai 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Strategi yang dilakukan oleh manajemen ramayana untuk menopang lni bisnisnya dengan mendorong penjualan secara online (melalui website, WA, dan partner e-commerce) serta fokus pada penjualan supermarket,” tutur suryanto. (mit) #mediamelawancovid19

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru