Suarabumn.com, Surabaya – PT PP Properti Tbk (PPRO) optimistis mampu mendongkrak pemasaran sejumlah proyek high rise building di Jawa Timur (Jatim) di semester kedua 2019 guna meraih target pertumbuhan penjualan tahun ini sebesar 16 persen.
Vice President Reality PT PP Properti Tbk, Rudy Harsono, mengatakan, proyek-proyek di Surabaya dan Malang tahun ini diharapkan menyumbang 60 persen dari target penjualan tahun in. Proyek-proyek tersebut adalah Grand Sungkono Lagoon (GLS) di Surabaya barat, Grand Shamaya di jantung kota Surabaya, Grand Dharmahusada Lagoon (GDL) di Surabaya timur, Westown View di Surabaya barat, Grand Sagara di Surabaya utara dan Begawan Apartment di Malang.
Tahun lalu, keseluruhan proyek tersebut mampu menyumbang hampir 50 persen dari total penjualan Rp 3,48 triliun atau meningkat 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 3,09 triliun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harapan kami proyek-proyek di Surabaya dan Malang yang pengerjaaannya terus berlangsung ini menyumbang target pertumbuhan penjualan tahun ini sebesar 16 persen,” kata Rudy di Surabaya, Kamis (13/6/2019).
Rudy mengakui, pemasaran proyek hunian itu di semester pertama tahun ini memang kurang memuaskan atau tidak sesuai dengan yang direncanakan karena pasar wait and see dengan situasi politik sejak awal tahun ini. Masyarakat cenderung menahan investasinya di pasar properti.
“Harapan kami di semester kedua tahun ini situasi politik bisa tetap aman dan terkendali sehingga geliat ekonomi ada dan penjualan proyek kami bisa tetap tumbuh sesuai target,” tegas Rudy.
Menurut Rudy, pertumbuhan sektor properti sangat dibutuhkan karena hampir 160 lebih sektor lain terkait dengan sektor properti, termasuk diantaranya industri semen dan furnitur. Belum lagi kebutuhan hunian di di Jatim juga sangat tinggi.
Baca Juga:
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
Diperkirakan backlog hunian di Jatim mencapai 1,6 juta unit. Karena itu, meskipun secara umum pasar properti melambat permintaan hunian di segmen menengah masih cukup tinggi dalam setahun terakhir. Sementara untuk segmen menengah keatas diperkirakan akan segera pulih seiring dengan situasi politik yang tetap aman kedepan.
“Kebutuhan hunian yang cukup tinggi inilah yang mendorong kami untuk terus menuntaskan proyek-proyek kami baik di Surabaya dan Malang sesuai target,” tegas Rudy.
Rudy merinci misalnya proyek Grand Sungkono Lagoon saat ini tengah membangun tower III dan merampungkan tower II setelah dioperasikan tower satu. Begitu pula dengan proyek-proyek lainnya, pengerjaan tower juga terus berjalan seperti di Grand Dharmahusada Lagoon, Grand Sagara, Westown View. Khusus untuk Begawan Apartment di Malang saat sudah merampungkan 10 lantai dari 20 lantai yang direncanakan.
“Seiring dengan pembangunan proyek yang terus berjalan, kita juga lakukan terobosan pemasaran, selain ritel kita juga lakukan menyasar bulk buyer. Salah satunya adalah dari Malaysia selain yang sudah kita dapatkan dari Dubai beberapa waktu lalu. Bulk buyer ini juga untuk mengimbangi kondisi stangnan di ritel,” kata Rudy. (*)







