Polri Amankan Tersangka yang Terlibat Kasus ABK di Kapal China

- Pewarta

Minggu, 14 Juni 2020 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Polri berhasil menangkap seorang tersangka pedagangan manusia dalam hal ini ABK. Tersangka merupakan orang yang diduga terlibat dalam kasus dua ABK yang terjun ke laut karena disiksa di atas kapal berbendera China.

Kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang terhadap dua ABK asal Indonesia yang lompat dari kapal ikan Fu Li Qing Yuan Yu 901 di wilayah perairan Pulau Karimun, Kepulauan Riau mulai terungkap. Polri telah menangkap salah seorang tersangkanya.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri (Brigjen. Pol. Ferdy Sambo, S.H., S.I.K., M.H) mengatakan Satgas TPPO Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya bersama Polda Kepulauan Riau berhasil menangkap satu tersangka. Dia diduga terlibat dalam kasus dua ABK yang terjun ke laut.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Telah ditangkap tersangka TPPO yakni S (44) dalam kasus dua ABK terjun ke laut,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri..

Dari tangan tersangka, petugas menyita beberapa barang bukti yakni KTP, buku rekening tersangka dan ponsel milik tersangka. Pengungkapan kasus ini berawal dari ditemukannya dua ABK asal Indonesia yaitu Reynalfi (22) dan Andri Juniansyah (30) yang nekat kabur dari kapal China Fu Li Qing Yuan Yu 901. Keduanya melompat ke laut di wilayah perairan Pulau Karimun, Kepulauan Riau.

Selanjutnya Satgas TPPO Bareskrim Polri bersama Subdirektorat III Jatanras Polda Metro Jaya membantu memetakan lokasi keberadaan tersangka. Kemudian pada Kamis (11/6/2020) dini hari, tersangka S ditangkap di kediamannya di Cileungsi. setelah itu langsung dibawa ke Bareskrim Polri untuk diperiksa.

“Para korban diiming – imingi akan dipekerjakan sebagai buruh pabrik di Korea Selatan dan dan mendapat upah layak,” tambahnya.

Namun pada kenyataannya, para korban dieksploitasi untuk melakukan pekerjaan kasar di kapal penangkap ikan berbendera Cina. Para ABK ini juga tidak menerima gaji selama bekerja di kapal. (pol)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB