Mediaemiten.com, Jakarta – Tindakan intimidatif yang dilakukan sekelompok oknum terhadap narasumber dan panitia diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dikecam anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Alhabsyi .
Alhabsyi meminta aparat kepolisian dapat menjamin keamanan di mimbar akademik dan meminta agar Polda DIY serius mengusut persoalan ini.
“Mari kita tunjukkan bahwa aparat menjamin keamanan mimbar akademik. Hal itu dapat ditunjukkan dengan mengusut dan memproses secara hukum mereka yang menjadi dalang pengancaman tersebut,” katanya dalam keterangan tertulisnya yang diterima rri.co.id Minggu (31/5/2020).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aboe Bakar menilai tindakan intimidatif itu merupakan upaya membungkam kebebasan berdiskusi dalam mimbar akademi. Pihaknya mendengar terdapat ancaman terkait pemanggilan kepolisian dengan pengenaan pasal makar, hingga ancaman pembunuhan terhadap narasumber.
“Saya mendengar ada ancaman pemanggilan oleh kepolisian, ancaman mengenakan pasal makar, hingga ancaman pembunuhan. Akibatnya diskusi tersebut dibatalkan, ini termasuk pemberangusan mimbar akademik,” tambahnya.
Ancaman seperti ini dinilainya sangat berbahaya lantaran terjadi di lingkup akademik. Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR tersebut meminta agar kasus tersebut disikapi dengan serius. Ia memprediksi ada pihak ketiga yang ingin memancing di air keruh.
“Saya yakin, ada pihak ketiga yang memancing di air yang keruh. Tidak mungkin aparat mengirim ancaman dengan pola demikian,” tegasnya. (rad)







