Penurunan Sektor Energi Seret Pasar Saham Aussie Berakhir Lebih Rendah

- Pewarta

Rabu, 17 Juli 2019 - 02:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penurunan Sektor Energi Seret Pasar Saham Aussie Berakhir Lebih Rendah

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (16/7/2019), dengan penurunan tajam di sektor energi yang membebani indeks secara keseluruhan.

Pada penutupan perdagangan, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 12,00 poin atau 0,18 persen menjadi 6.641,00 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas kehilangan 10,40 poin atau 0,15 persen menjadi 6.735,80 poin.

“Harga minyak lebih rendah semalam, sebagian tercermin oleh kenyataan kita sekarang melihat Teluk Meksiko, proporsi yang cukup besar dari infrastruktur energi, kembali online … setelah badai bergerak melalui daerah itu minggu lalu,” analis pasar Commsec Tom Piotrowski mengatakan kepada investor dalam laporan saham sore.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seiring dengan kerugian di sektor energi, saham teknologi informasi dan layanan komunikasi juga turun lebih dari 1,0 persen.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia merosot dengan Commonwealth Bank turun 0,15 persen, Westpac Bank turun 0,47 persen, National Australia Bank turun 0,74 persen, namun ANZ naik tipis 0,09 persen.

Saham-saham pertambangan melihat hasil yang beragam dengan BHP naik 0,42 persen, Rio Tinto turun 0,67 persen, Fortescue Metals naik didukung harga besi lebih kuat 1,81 persen dan penambang emas Newcrest turun 0,38 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas sebagian besar terpukul dengan Woodside Petroleum turun 1,95 persen, Oil Search turun 2,32 persen, namun Santos berhasil melawan tren dan bergerak lebih tinggi 0,14 persen.

Jaringan supermarket terbesar di Australia bervariasi dengan Wesfarmers naik 0,58 persen dan Woolworths tidak berubah.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra merosot 1,84 persen, operator penerbangan nasional Qantas turun 0,71 persen dan perusahaan biomedis CSL menguat 0,86 persen. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB