Pengusaha Tidak Kaget BI Naikkan Suku Bunga

- Pewarta

Kamis, 16 Agustus 2018 - 05:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengatakan dunia usaha tidak mengalami kepanikan atas langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 0,25 persen menjadi 5,5 persen.

“Kami tidak kaget atau heran karena kami sudah antisipasi ini menjadi 5,5 persen. Selama sudah diantisipasi, bukan suatu hal yang mengakibatkan kami panik,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu malam (15/8/2018).

Ia mengatakan bahwa pengusaha sudah menduga ada penaikan suku bunga acuan BI dengan melihat Bank Sentral AS kemungkinan masih akan menaikkan suku bunganya dua kali pada tahun ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, para pelaku usaha sudah memasukkan faktor peningkatan suku bunga tersebut ke dalam perencanaan. Rosan juga memastikan bahwa tidak ada kepanikan dari pelaku usaha atas langkah yang ditempuh BI tersebut.

Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate 0,25 persen menjadi 5,5 persen untuk mengurangi defisit neraca transaksi berjalan dan menarik modal asing dengan harapan meningkatkan daya tarik aset rupiah.

Baca juga: Perbaiki transaksi berjalan, BI naikkan bunga acuan

Kenaikan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate oleh Bank Indonesia dinilai bisa menjadi pilihan paling memungkinkan untuk menjaga nilai rupiah agar tidak melemah lebih dalam dari nilai fundamentalnya.

Rosan menjelaskan dunia usaha memahami bahwa apabila pelemahan rupiah terjadi secara terus-menerus, maka akan muncul potensi peningkatan biaya dana (cost of fund) karena 70 persen bahan baku dari impor.

Menghadapi hal tersebut, dunia usaha memiliki pilihan untuk melakukan efisiensi, membebankannya ke konsumen, atau kombinasi dari keduanya.

“Dengan adanya fasilitas swap jangka panjang, dunia usaha mendapatkan kepastian sehingga perencanaan menjadi lebih pasti. Dunia usaha itu tidak suka ada kejutan, kami ingin kestabilan,” ujar Rosan. (cal)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB