Pemerintah Upayakan Kemandirian Energi dan Perluas Kesempatan Kerja

- Pewarta

Jumat, 14 Agustus 2020 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Upayakan Kemandirian Energi dan Perluas Kesempatan Kerja

Mediaemiten.com, Jakarta – Pemerintah tengah dan senantiasa mengupayakan kemandirian energi nasional. Terwujudnya kemandirian energi juga berarti mendukung agenda pembangunan nasional.

Untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan impor bahan bakar minyak, pemerintah bergerak cepat menerapkan kebijakan kewajiban biodiesel 20 persen atau B20 sebagai salah satu upaya mewujudkan kemandirian energi nasional.

“Upaya besar juga telah dan sedang dilakukan dalam membangun kemandirian energi. Tahun 2019 kita sudah berhasil memproduksi dan menggunakan B20 dan tahun ini kita mulai dengan B30 sehingga kita mampu menekan nilai impor minyak kita di tahun 2019,” ungkap Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2020.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di samping itu, Presiden melanjutkan, pemerintah melalui Pertamina bekerja sama dengan para peneliti untuk menciptakan katalis pembuatan D100 yang merupakan bahan bakar diesel dengan 100 persen terbuat dari minyak kelapa sawit. Penemuan tersebut akan menyerap setidaknya satu juta ton sawit produksi petani lokal dengan kapasitas produksi mencapai 20 ribu barel per hari.

Hal tersebut merupakan buah hilirisasi bahan mentah menuju barang dengan nilai manfaat yang lebih besar sebagaimana juga diupayakan pemerintah belakangan ini. Kepala Negara memastikan bahwa upaya tersebut juga akan dilakukan kepada bahan-bahan mentah lainnya.

“Beberapa kilang dibangun untuk mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi dan sekaligus menjadi penggerak industri petrokimia yang memasok produk industri hilir bernilai tambah tinggi,” ujar Presiden.

Proses tersebut nantinya akan memperbaiki defisit transaksi berjalan yang tengah dihadapi, meningkatkan peluang kerja, dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

“Hal ini akan membuat posisi Indonesia menjadi sangat strategis dalam pengembangan baterai lithium, mobil listrik dunia, dan produsen teknologi di masa depan,” imbuhnya.

Prinsip yang sama berlaku pada pengembangan kawasan-kawasan industri yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, dan mengundang investasi berkualitas.

“Kawasan-kawasan industri juga akan dibangun di berbagai daerah di seluruh Indonesia, yang selalu bersinergi dengan kewirausahaan masyarakat dan UMKM untuk menyediakan kesempatan kerja bagi generasi muda yang belum bekerja dan meningkatkan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok negeri,” tuturnya.

Maka itu, pemerintah terus mengupayakan ekosistem nasional bagi perluasan kesempatan kerja yang berkualitas dan melakukan penataan regulasi yang tumpang tindih serta merumitkan. Semua upaya tersebut dilakukan pemerintah untuk perekonomian nasional yang adil, mengentaskan kemiskinan, dan menyediakan kesempatan kerja yang berkualitas seluas-luasnya. (den)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru